DEWI SARMUDYAH/RADAR JOGJA
Halloween Party: Tradisi Halloween dihadirkan The Phoenix Hotel Jogja dengan mengadaptasinya dengan tema Indonesia, khususnya Jawa

Hadirkan Rancangan Batik dan Hantu Indonesia

JOGJA – Pada umumnya, tradisi Hal-loween identik dengan pesta kostum di Amerika Serikat. Sedikit berbeda dengan apa yang dihadirkan The Phoenix Hotel Jogja. Hotel berbintang lima ini mengadap-tasinya dengan tema Indonesia, khusus-nya Jawa.
Bertajuk Halloween Javanese Buffet Dinner, para tamu dimanjakan lebih dari 50 aneka masakan. Mulai makanan pembuka hingga penutup. Tak hanya dekorasinya, menu-menunya pun disa-jikan dengan suasana seram.
“Mulai dari dekorasi, staf restoran, dan juga makanan yang disajikan semua me-nyeramkan,” kata Public Relations Ma-nager Marlya Christina, pekan lalu (31/10).
Ide membuat sesuatu yang beda dituangkan tim chef dengan menu kreasi baru dan nama unik. Seperti Nasi Goreng Pocong, Giant Snake Sandwice, Chicken Nangkring, Tenderloin Buto Ijo, Pepes Ikan Setan, Bola Mata Daging, Spagety Hitam, Otak Gendruo, Salat Tengkorak, dan masih banyak lagi.
Menurut Marlya, para tamu cukup terkesan dan tertarik dengan aneka makanan yang tersaji. Apalagi bentuknya unik, namun rasa dan kualitasnya tetap dijaga.
“Tidak hanya makanan dan suasana yang diberikan, namun hiburan berupa tarian Jawa juga disuguhkan untuk me-lengkapi malam Halloween,” paparnya.
Sebelum Halloween Dinner, sore harinya The Phoenix Hotel Jogja juga menunjukkan konsistensinya melestarikan batik lewat peragaan busana. Kali ini, mengusung tema Halloween Javanese Fashion dengan menggandeng enam desainer dan brand batik. Masing-masing menam-pilkan koleksi terbaru. Yaitu, Brilliant Batik, Endarwati, Wiru Batik & Tie Die, Margaria Batik Djawi, Batik Sridjaja, dan Lung Kenanga. (dya/hes/ong)