WONOSARI – Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain mengatakan, keributan di dalam sidang paripurna menjadi tanggungjawab internal DPRD. Sedangkan kehadiran polisi hanya melakukan pengamanan luar. “Kalau ada keributan pada saat sidang menjadi tanggung jawab pengamanan internal DPRD,” kata Faried Zulkarnain kemarin (2/11).
Rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan de-wan (alkap) dijadwalkan digelar hari ini. Seperti di ketahui, selama ini tarik ulur pembentukan alkap dewan kerap memanas di internal DPRD. Hal tersebut menyusul niat sapu bersih koalisi merah putih (KMP) yang ingin menguasai seluruh jabatan pimpinan komisi.
Agenda pembentukan alkap dewan, menemui jalan buntu. Agenda rapat berakhir deadlock dan rapat sempat ditunda sambil menunggu hasil kese-pakatan antar fraksi. Dalam pembahasan tersebut belum ada kesepakatan antar fraksi. Sejak awal, suasana sidang langsung berjalan alot. Itu terjadi lantaran setiap fraksi tetap ngotot mempertahankan pendapat masing-masing.
Namun demikian, sekarang suasana mulai mencair. Pimpinan DPRD, Suharno menyetujui paripurna pembentukan alkap diagendakan. Meski demikian, penyerahan nama-nama masih sebatas nama ang-gota. Sementara pimpinan yang ada di 12 komisi hingga kemarin belum terbentuk. “Semoga berjalan dengan lancar agar semua bisa bekerja,” kata salah satu wakil pimpinan DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Ngadiyono.
Namun dia tidak menampik, ada kemungkinan paripurna berlangsung alot dan hujan interupsi. Untuk itu, dalam pembentukan komposisi pimpinan alkap terlebih dahulu dilakukan dengan cara mu-syawarah. Baru kemudian jika menemui jalan bun-tu, tidak ada jalan lain kecuali agenda voting. “Tapi janganlah sampai ribut-ribut,” ucapnya.
Apakah KMP masih memiliki niat untuk menguasai seluruh jabatan pimpinan komisi pihaknya tidak me-nampik. Hanya saja, Ngadiyono tidak mau berandai-andai dan memilih menyerahkan sepenuhnya dalam hasil rapat paripurna. “Kalau ditanya apa berharap seluruh komisi diambil KMP, ya saya jawab iya. Ingin,” ucapnya.
Salah satu anggota Fraksi PDIP, Agus Joko Kris-wanto berharap, alkap tetap bisa disahkan meski posisi ketua wakil ketua dan sekretaris dlm tiap-tiap komisi belum ada. Masalah komposisi anggota tiap komisi yang sudah di sepakati tidak perlu lagi di perdebatkan dalam paripurna hari ini. “Tapi kalau masih diributkan berarti do gemblung (tidak waras, Red),” selorohnya. (gun/din/ong)