Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di STAIMS

JOGJA – Cinta tanah air dan bangsa wajib terus dipupuk dan dilestarikan. Kecintaan itu mesti dilandasi empat pilar bangsa yang terdiri Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hal itu terungkap dalam sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di kampus STAIMS Jogja, Sabtu (1/11).
“Kami sangat bersyukur ada semangat kuat masyarakat untuk mengenal dan mencintai Indonesia. Kegiatan semacam ini bertujuan men-sosialisasikan dan mengingatkan kem-bali pentingnya Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara,” jelas ang-gota MPR TB Sumanjaya, pembicara dalam sosialisasi ini.
Pembicara lainnya yakni Kepala Biro Persidangan Setjen MPR Muhammad Rizal.Dalam sosialisasi yang dihadiri se kitar tiga ratus mahasiswa itu, Sumanjaya mengaku senang mengetahui fakta masih banyak masyarakat yang hapal dan memahami Empat Pilar tersebut. Itu dia peroleh saat berkunjung ke berbagai daerah.
“Masih banyak pelajar yang hapal Pancasila. Ada banyak guru di berbagai daerah Indonesia yang hapal UUD 1945,” ujarnya.
Sumanjaya sempat “menggoda” pe-serta sosialisasi. Dia mengajak ratusan peserta menyebutkan isi Pancasila. ” Satu. Pancasila,” kata Sumanjaya. Ratusan peserta sosialisasi segera menirukan secara serempak. “Dua. Ketuhanan Yang Mahesa,” kata Sumanjaya lagi. Ratusan peserta sosialisasi pun kembali menirukan. Tapi, suasana mendadak hening.
Sebagian peserta tampak saling berpandangan. Sedangkan Sumanjaya terlihat tersenyum. “Keliru kan,” kata dia.
Anggota MPR dari Fraksi PKS itu lantas menyatakan bahwa Pancasila memang harus dihapalkan dan di-pahami. Termasuk, terus disoasialia-sikan kepada masyarkat. Untuk itu, jika ada masyarakat yang keliru dalam mengurutkan sila-sila dalam Pancasila maka perlu diluruskan.
“Tapi, saya yakin, para mahasiswa di sini semua hapal Pancasila. Pasti tidak keliru me-nyebutkan Pancasila,” tegas dia.
Ketua STAIMS Jogjakarta Rifa’i Abuba-kar MA menyatakan, Empat Pilar Bangsa tidak hanya disimbolkan melalui Panca-sila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Lagu kebangsaan, bahasa, bendera juga dapat dimaknai sebagai pilar bangsa.
“Kita sebagai anak bangsa harus cinta terhadap bangsa dan menyadari betapa pentingnya persatuan dan ke-satuan,” katanya. (mar/laz/ong)