GUNAWAN/RADAR JOGJA
DITINGGAL PERGI: Ketua DPRD Gunungkidul Suharno (kanan) sedang berdiskusi dengan anggota Fraksi PDIP setelah agenda rapat paripurna pembentukan alkap dewan batal, kemarin (3/11).

Didahului Cekcok Mulut PDIP v PKS

WONOSARI – Agenda rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan (alkap) DPRD Gunungkidul yang di jadwalkan kemarin (3/11) batal digelar. Pasalnya, jumlah peserta rapat tidak memenuhi kuorum. Itu karena seluruh anggota koalisi merah putih (KMP) memilih pergi meninggalkan gedung dewan.
Tanda-tanda paripurna bakal batal digelar sudah terlihat satu jam sebelum pelaksanaan. Kesepakatan pembentukan alkap tanpa pimpinan yang sebelumnya telah disetujui bersama ternyata dianggap menyalahi aturan. Kemudian pimpinan DPRD dengan unsur pimpinan fraksi me lakukan pertemuan tertutup.
Menu pembentukan alkap tanpa pimpinan kemudian dibawa dalam diskusi internal. Debat kusir tidak bisa terelakkan. Bahkan sempat terjadi kericuhan di dalam ruang rapat. Ternyata, Wakil Ketua Fraksi PDIP Sugito terlibat adu mulut dengan ang-gota fraksi PKS.
“Pak Gito menyebut anggota dewan munafik dan Ketua Fraksi PKS Imam Taufik keberatan. Lalu Wakil Ketua Fraksi PKS Ari Siswanto mencoba membela dengan reflek berdiri dari tempat duduk. Dari situlah terjadi adu mulut dan rapat diskors,” kata Sekretaris Fraksi PAN Dody Wijayan, kemarin.
Lepas salat Duhur, rapat internal kembali dilaksanakan. Diskusi yang dilakukan tidak berlangsung lama. Pimpinan dewan berencana mengagendakan rapat paripurna pembentukan alkap hari itu juga.
Segala persiapan sudah dilakukan, namun masih banyak kursi kosong. Hingga rapat paripurna dibuka, ter nyata jumlah peserta rapat tidak memenuhi kuorum. Itu lantaran seluruh anggota KPM memilih pulang meninggalkan gedung wakil rakyat.
“Padahal hari ini kita ingin pem-bentukan alkap segera selesai. Tapi ternyata peserta rapat tidak me-menuhi kuorum, karena hanya dihadiri sebanyak 17 anggota dari total keseluruhan 45 anggota dewan. Hanya dihadiri Fraksi PDIP dan Fraksi Handayani saja,” kata Ketua DPRD Gunungkidul Suharno.
Dengan permasalahan ini, Suharno belum bisa menentukan langkah berikut. Dia lebih menginginkan suasana cooling down terlebih dahulu baru kemudian menentukan sikap. Dengan cara itu diharapkan konflik pemben-tukan alkap dewan segera mene-mui titik temu.
Terpisah, Ketua Fraksi Golkar Heri Nugroho membenarkan seluruh anggotanya tidak menghadiri pa-ripurna pembentukan alkap. Kader parpol pimpinan Aburizal Bakrie mengaku ada alasan kuat tidak mengikuti agenda sidang.
“Karena sudah ada penjelasan bahwa rapat paripurna alkap tanpa pimpinan itu menyalahi aturan, kenapa agenda sidang tetap dilakukan,” tegas Heri. (gun/ila/ong)