WONOSARI – Pemerintah tidak ingin menganggap remeh kemungkinan masuknya virus ebola di Gunung-kidul. Melalui dinas kesehatan (dinkes) menggencar-kan sosialisasi kepada masyarakat.
Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Pe-nyakit Dinas Kesehatan Sumitro mengatakan upaya sosialisasi di-lakukan melalui petugas puskesmas di 18 keca-matan. Termasuk me-maksimalkan kader-kader Posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Melalui penyuluhan langsung ke masyarakat, kami berharap pengeta-huan masyarakat ten-tang virus ebola mening-kat,” kata Sumitro, kemarin (3/11).
Dia menjelaskan selain sosialisasi pencegahan penya-kit yang bersumber virus ebola, kegiatan ini juga menganti-sipasi kemungkinan munculnya penyakit lain. Terlebih saat ini akan memasuki peralihan musim, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan.
“Khusus ebola, kami juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya perwakilan kantor kesehatan pelabuhan. Setiap warga Gunung-kidul yang pulang dari luar wilayah akan menja-lani pemeriksaan guna mencegah kemungkinan munculnya virus ebola,” terangnya.
Selain itu, kata dia, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus ebola petugas dari Puskesmas melakukan monitoring di lapangan. Terlebih ter-hadap jamaah haji yang baru pulang dari luar ne-geri. Pengawasan bertujuan mencegah kemungkinan munculnya kasus virus ebola.
“Tim di masing-masing Puskesmas melakukan peng-awasan di lapangan. Selama ini memang belum di temukan adanya indikasi virus ebola,” ujarnya. (gun/ila/ong)