HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
WORO-WORO: Pengumuman pengaktifan kembali Jagi Peken di Pasar Beringharjo, kemarin (3/11).
JOGJA – Para pedagang pasar tradisional di Kota Jogja berkomitmen untuk mengembalikan nuansa khas Jogja. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali tradisi Jagi Peken.
Selain itu, setiap Kamis Pahing, para pedagang pasar tradisional akan mengenakan baju adat Jawa.Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Jogja Marsyution Tonang mengatakan, inisiatif mengaktifkan kembali tradisi Jagi Peken dan berbusana adat Jawa tiap Kamis Pahing ini berawal dari para pedagang.
Tonang menjelaskan, tradisi Jagi Peken ini sebelumnya sudah pernah ada di Pasar Beringharjo sejak 1960-an. Tapi seiring renovasi pasar pada 1980-an, tradisi itu hilang.
“Atas inisiatif para pedagang, sekarang dihidupkan kembali,” ujar Tonang di sela peluncuran Jagi Peken di Pasar Beringharjo kemarin (3/11).
Dalam tradisi Jagi Peken, setiap menjelang tutup pasar, akan terdapat petugas ber pakaian Jawa yang berkeliling pasar dengan memukul bende atau kentongan. Hal itu sebagai pertanda kepada para pedagang dan pengunjung pasar, bahwa pasar hendak tutupPada tahap awal, Jagi Peken ini akan dilaksanakan di Pasar Beringharjo.
Namun diharapkan juga dapat dilaksanakan di 31 pasar tradisional di Kota Jogja.Selain mengaktifkan kembali Jagi Peken, 55 paguyuban pasar di Kota Jogja juga ber sepakat mengenakan busana adat Jawa tiap Kamis Pahing.
Menurut dia, inisiatif ini merupakan bentuk partisipasi pedagang untuk kemajuan pasar. (pra/jko/ong)