FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
TEGAS: Sejumlah guru, pegawai, dan siswa yang terlambat dicatat identitasnya oleh Satpol PP saat sidak wali Kota Magelang kemarin (3/11).

Sidak Wali Kota ke SMK Adipura

MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito prihatin dengan masih maraknya aksi tawuran antarpelajar. Terlebih lagi, aksi itu sering hanya dipicu persoalan sepele.
Misalnya kesalahpahaman, kemudian ditambahi ulah p rovokator yang berujung keributan.Karena itu, Sigit mewanti-wanti agar para siswa tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, hal se-macam inilah yang menyebabkan karakter pendidikan tercoreng.
“Ini juga akan berdampak negatif bagi nama baik sekolah dan lain-nya,” kata Sigit saat memimpin upacara bendera di SMK Adipura Kota Magelang, kemarin (3/11).
Kegiatan ini sekaligus dijadikan Sigit untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dari sidak ini ditemukan 96 siswa, lima guru dan dua pegawai tata usaha yang ter-lambat datang. Melihat fakta ini, Sigit mengaku sangat kecewa.
Di pun berharap para guru bisa memberi contoh dan teladan yang baik, serta terus memberikan motivasi kepada anak didiknya ke arah yang lebih baik. Para siswa yang terlambat, usai upacara langsung mendapat pem-binaan dari pihak Satpol PP Kota Magelang.
SMK Adipura yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Wates ini me-miliki siswa 217, 216 laki-laki dan 1 perempuan. Sekolah ini memiliki tiga program jurusan, yakni teknik audio video, teknik mesin, dan teknik mekanik otomotif.
Siswanya selain dari Magelang juga berasal dari Kabupaten Magelang, Temang-gung, Wonosobo, dan Kabupaten Semarang. (dem/din/ong)