Berjualan Dua Tahun Belum Nikmati Untung

JOGJA – Kondisi pasar seni dan kerajinan Jogja XT Square yang sepi pembeli, dikeluhkan pedagang. Sejak mulai dibuka pada Desember 2012 lalu, hingga saat ini, para pedagang barang seni dan kerajinan di sana, belum merasakan keuntungan. Bahkan, beberapa pedagang masih menunggak pembayaran sewa kios.
Salah seorang pedagang XT Square Djito mengatakan, kondisi di XT Square saat ini belum bisa memenuhi harapan para pedagang. Menurut dia, saat ini pengunjung di XT Square sudah ramai, namun mereka tidak datang untuk berbelanja produk seni dan kerajinan dari pelaku UMKM di XT Square tersebut.
“Tamu banyak, tapi tidak ada yang datang ke stan UMKM. Dan yang kami rasakan, dalam seminggu belum tentu ada transaksi,” ujar Djito kemarin (3/11).
Dengan kondisi tersebut, para pedagang menginginkan bisa mengembalikan XT Square seperti konsep semula. Yaitu untuk pasar seni dan kerajinan bagi kalangan UMKM di Kota Jogja. Para pelaku UMKM yang sejak awal ber dirinya XT Square sudah berada di sana, tetap meng-inginkan bisa tetap berjualan.
“Eman-eman sudah dua tahun babat alas, akan disia-siakan,” ujarnya.
Permasalahan para pedagang penyewa XT Square juga ditambah dengan persoalan tunggakan biaya sewa. Menurut Djito, saat ini di Blok 9 dari 200 kios yang tersedia, tinggal 70-an kios saja yang masih aktif. Separonya juga belum melunasi biaya sewa kios.
“Kalau kondisinya masih (sepi) seperti ini, belum memungkinkan untuk melunasi,” ungkap-nya.
Para penyewa kios dan manajemn XT Square juga sudah membuat kesepakatan untuk pem-bayaran tunggakan sewa kios. Para penyewa kios yang belum melunasi, mendapat surat edaran dari manajemen XT Square, yang be-risi pembayaran 50 persen tunggakan sewa sebelum 31 Oktober 2014, dan sisanya di-bayarkan hingga Desember 2014. Jika belum membayar, kios akan disegel.
Terpisah, Direktur Operasional dan Pe masaran PD Jogjatama Vishesha selaku pengelola XT-Square Widihasto Wasana Putra mengakui ada kesepakatan tersebut. Namun, menurut dia, tidak terdapat penyegelan kios, hanya diminta kuncinya saja.
“Ada beberapa yang kuncinya diminta, tapi jumlah pastinya saya tidak hafal,” kilahnya.
Hasto mengaku, sebelumnya, sudah me-ngirimkan surat pemberitahuan hingga enam kali. Sebelum surat pemberitahuan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan paguyuban pedagang XT Square. Tapi, menurut Hasto, ada beberapa pedagang yang tidak mengakui paguyuban pedagang XT Square.
Selain itu, pihak manajemen XT Square juga sudah banyak memberikan alternatif pembayaran. “Mereka maunya jualan, tapi tidak mau bayar sewa. Kan tidak adil bagi yang sudah membayar,” ujarnya. (pra/jko/ong)