KULONPROGO – Warga di Kulonprogo cukup berbangga diri dengan kinerja pemerintah dalam menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).
Pasalnya, berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2015, PAD Ku-lonprogo sebesar Rp 175,88 miliar. Artinya ada ke-naikan sebesar 32,78 persen dibanding PAD tahun lalu yang hanya Rp 131,14 miliar.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo SpOG(K). Dijelaskan kenaikan PAD sebesar 32,78 persen atau sekitar Rp 44 miliar tersebut terdiri dari pajak daerah senilai Rp 14,09 miliar. Di-tambah retribusi daerah Rp 13,32 miliar, hasil peng-elolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 1,80 miliar serta lain-lain PAD yang sah Rp 14,02 miliar.
“Jadi untuk keseluruhan pendapatan daerah sebesar Rp 1,24 triliun. Selain dari jumlah PAD di atas, pene-rimaan daerah juga diperoleh dari dana perimbangan sebesar Rp 735,61 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 327,36 miliar,” Jelasnya.
Sedangkan yang akan digunakan untuk belanja daerah telah direncanakan sebesar Rp 1,29 triliun. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp 845,60 miliar. Salah satunya belanja pegawai Rp 721,23 miliar, be-lanja bunga Rp 13,63 miliar, belanja hibah Rp 8,61 miliar dan belanja bantuan sosial Rp 6,12 miliar.
“Kemudian belanja bagi hasil kepala pemerintah desa Rp 5,32 miliar, belanja bantuan keuangan ke-pada pemerintah desa Rp 103,32 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 1 miliar,” papar Hasto.
Sementara untuk belanja langsung nominalnya Rp 445,61 miliar. Terdiri dari belanja pegawai Rp 49,21 miliar, belanja barang dan jasa Rp 183,38 miliar dan belanja modal Rp 213,01 miliar. (tom/ila/ong)