SLEMAN-Kubu PSS Sleman sudah mematan-gkan rencana untuk banding terhadapi sanksi diskualifikasi yang diterima akibat skandal se-pak bola gajah kala men-jamu PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Aka-demi Angkatan Udara (AAU) Minggu (26/10).
PT Putra Sleman Sem-bada (PT PSS, selaku badan hukum pengampu PSS te-lah melengkapi seluruh berkas untuk diajukan ke Komite Banding (Komding) PSSI).
Direktur PT PSS Supardjiono mengatakan, berkas akan dilayangkan hari ini. Demi me-mastikan surat tersebut sampi ke tujuan PSS tidak akan mengirimkan permohonan banding melalui facsimile atau email. “Direktur Opera-sional PT PSS Rumadi akan mengirimkannya langsung ke Jakarta,” jelasnya
Sebelumnya, keinginan PSS untuk melanjutkan kiprah di babak semifinal Divisi Utama 2014 sempat mentok. Sebab berdasarkan Surat Ke-putusan (SK) Komdis bernomor 175/DU/KD-PSSI/X/2014, hu-kuman diskualifikasi bagi PSS tidak bisa dibanding.
Namun setelah melihat Kode disiplin PSSI pasal 127, tercantum ada beberapa hukuman yang tak bisa dibanding. Sanksi diskuali-fikasi tidak termasuk dalam enam poin sanksi yang bisa direvisi.
Angin segar semakin berhem-bus karena Komdis PSSI mela-kukan kecerobohan dengan menjadikan pasal kode disiplin yang tidak relevan untuk men-indak PSS. Dalam SK-nya, Kom-dis menyatakan PSS telah mela-kukan tingkah laku buruk tim dan melanggar pasal 69 jo. Pasal 144 Kode Disiplin PSSI.
Padahal kedua pasal ini tidak mengatur tingkah laku buruk tim. Pasal 69 berisikan kewajiban pemain melakukan tes doping. Adapun pasal 144 berisi soal pengambilan keputusan melalui telekonferensi.
“Karena itulah kami sangat optimistis Komding menerima banding kami. Apalagi manaje-men tim sama sekali tidak per-nah melakukan skenario terjadi-nya dua gol bunuh diri ke gawang PSS,” tegasnya.
PSS belum berencana meng-gunakan pengacara untuk mem-perlancar proses banding. Kata Pardji kehadiran kuasa hukum belum terlalu dibutuhkan untuk saat ini.
Pelaksana Tugas (PLt) Ketua Umum (Ketum) Slemania Lilik Yulianto optimistis banding PSS diterima. Ya, setelah membaca surat kabar kemarin, Lilik sang-at yakin Komdis tidak memiliki dasar hukum kuat menjerat PSS.
“Waktu kejadian Piala Tiger 1998 saja, Timnas Indonesia tetap melanjutkan kiprah di se-mifinal. Hanya saja pelaku uta-ma kejadian tersebut Mursyid Effendi yang kena sanksi. Seha-rusnya Komdis juga berlaku seperti itu,” sergahnya.
Kans adanya revisi hukuman dari Komding membuat para pemain PSS terus serius mela-kukan latihan persiapan babak semifinal Divisi Utama 2014. Kemarin, pelatih Herry Kiswan-to (Herkis) lebih banyak mem-berikan porsi latihan yang ber-tujuan menjaga mood pemain. Sesi latihan game internal juga terus dijalankan.
Sayangnya, skuad PSS dalam sesi latihan kemarin tidak lengkap. Karena sudah merasa pesimis-tis hukuman diskualifikasi PSS diperingan, bek Kristian Adel-mund memilih pulang ke Be-landa.
Ya, pria bertubuh jangkung ini tak menghadiri latihan usai me rebaknya skandal sepak bo-la gajah yang menimpa PSS.Namun kata Herkis, jika nanti-nya PSS dipastikan ke semifinal Adelmund pasti kembali ke Sle-man.
“Ya, dia sudah berjanji seperti itu. Tapi kalau bisa tak usah menunggu proses banding lah. Sesegera mungkin dia harus segera kembali ke Sleman,” ha-rapnya. (nes/din/ong)