GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BELAJAR: Sejumlah pelajar SMA mengikuti workshop ekskavasi dan rekonstruksi benda bersejarah di Kantor Dinas Kebudayaan DIJ, kemarin (3/11).
JOGJA – Upaya pelestarian warisan cagar budaya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ secara berlanjut.
Salah satunya dengan pengenalan kawasan cagar budaya Heritage Kotagede di Pen-dopo Disbud DIJ. Acara yang digelar hingga 5 No-vember ini menyajikan kekayaan heritage Kota-gede.
Kepala Disbud GBPH Yudhaningrat menilai pe-lestarian ini tertuang dalam Perda DIJ No 6 tahun 2012 tentang pelesetarian warisan budaya dan ca-gar budaya. Dalam perda ini, Gusti Yudha menja-barkan perlunya kesadaran semua lapisan masy-arakat.
“Diawali dari pemerintah yang memelo-pori dan menumbuhkan rasa memiliki kekayaan ini. Selanjutnya berkerjasama dengan warga dan akademi untuk menjaga sebuah nilai heritage,” ungkapnya.
Dalam pameran heritage ini memang mengang-kat kekayaan Kotagede secara utuh. Tidak hanya kerajinan perak, namun juga nilai historis lainnya.
Terlebih Kotagede merupakan situs peninggalan kerajaan Mataram Kuno.Ini tercermin dari gaya bangunan, adat istiadat hingga poin-poin lainnya.
Menurut adik raja Kera-ton Jogja Sultan HB X ini, penerapan UU tentang warisan dan cagar budaya harus mengakar. Ini ka-rena warga yang mendiami suatu kawasan akan lebih mengenal dan peduli.
Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIJ Ariyanti Luhur Tri Setyarini memapar-kan, ada be berapa program lainnya. Ada workhop heritage yang melibatkan siswa SMA. Kompetisi heritage dengan media foto, poster dan sketsa.
Ada pula studi tour ke beberapa kawasan heritage di Jogjakarta dan Solo pada 6 – 7 November. Kun-jungan ini berpusat pada situs-situs kerajaan Mataram, baik di Jogjakarta maupun Solo. (dwi/laz/ong)