SETIAKY/RADAR JOGJA
TKP: Polisi langsung memasang police line di lokasi runtuhnya pondasi basemant hotel yang menewaskan tiga pekerja proyek.

Gali Basemant, Pondasi Bangunan Hotel Longsor

JOGJA – Bangunan pondasi hotel yang masih dalam tahap pengerjaan di Jalan Urip Sumo-harjo, Demangan, Gondokusuman, Jogja, kemarin (3/11) roboh. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 ini menewaskan tiga pe-kerja proyek karena tertimbun longsoran tanah.
Mereka meninggal di lokasi kejadian. Keti-ganya asal Jawa Tengah, yakni Kharis, 40, warga Demak; Muhamad Kodri, 40, warga Kalisari, Jombor, Salatiga; dan Sholeh, 41, waga Brankas, Demak. Semua korban lang-sung dilarikan ke RSUP Dr Sardjito Jogja
Saksi kejadian, Wardi, 47, warga Sonokidul, Kunduran, Blora yang juga pekerja di proy-ek tersebut mengatakan, saat itu seluruh pekerja tengah menger-jakan pondasi basemant hotel.
Sebagian menyiapkan besi un-tuk tiang cakar ayam. Sementara Wardi sendiri tengah memindahkan besi ke titik pon-dasi. Ada enam orang yang sedang menggali untuk pondasi basemant sedalam empat meter.
“Mereka berada di galian sedalam 4 meter,” kata Wardi di lokasi kejadian.
Diduga karena tanah tidak kuat menyangga rangkaian besi, akhir-nya roboh. Suara gemuruh longso-ran tanah pun terdengar dari ga-lian itu.
Beberapa pekerja proyek menjauh dari titik galian. Sedang-kan enam orang yang berada di bawah galian, langsung tertimbun material tanah dan rangkaian besi.
Beberapa pekerja bangunan kemudian membantu meny-elamatkan korban yang tertim-bun tanah. Tiga orang berhasil dievakuasi, sedangkan tiga orang lainnya tidak bisa diselamatkan.
Kejadian ini kemudian dila-porkan ke Polsek Gondokusuman. Proses evakuasi terhadap ketiga korban berjalan cukup lama.
Reruntuhan besi dan tanah yang menutupi galian itu, membuat korban cukup sulit di evakuasi. Selang 30 menit setelah keja-dian, ketiga korban akhirnya bisa dievakuasi.
“Proses eva-kuasinya cukup lama. Banyak timbunan besi di atas galian,” imbuh Wardi sambil berucap syukur karena dirinya lolos dari peristiwa mengerikan ini.
Budi, seorang petugas keamanan menambahkan, dua bulan ini pengerjaan proyek hotel baru dalam tahap pembangunan ba-semant.
Secara pasti ia tidak tahu kronologis kejadian. Namun di-pastikan bahwa galian itu tertim-bun tanah akibat tidak kuat me-nahan beban rangkaian besi.
“Sementara ini baru penger-jaan basemant. Nah, yang ter-timbun itu akan dipakai untuk cor-coran,” ujarnya.
Ketiga kor-ban hingga kemarin sore masih berada di ruang jenazah RSUP Dr Sardjito Jogja untuk dilakukan visum dan sambil menunggu kedatangan keluarganya dari Demak dan Salatiga.
Sementara rencana bangunan hotel dengan dua basemant dan enam lantai ini, langsung dipa-sang police line. Belum diketahui secara pasti penyebab kejadian ini.
Menyusul peristiwa yang menyebabkan tiga korban tewas ini, pembangunan kemarin di-hentikan sementara.
Ditemui di Laboratorium Fo-rensik RSUP Dr Sardjito Jogja, Kapolsek Gondokusuman Kom-pol Eddy mengatakan, dari pengamatan sementara diduga kejadian ini karena kecelakaan kerja. Tiga korban langsung me-ninggal di lokasi kejadian.
Po-lisi juga masih melakukan penyeli-dikan dan menghimpun kete-rangan saksi. Mulai dari pegawai proyek, pengawas, dan keama-nan di lokasi tersebut.
“Dugaan sementara kecelaka-an kerja ya. Tapi kita masih seli-diki lebih dalam. Sambil men-ghimpun keterangan saksi-sak-si,” ujar Eddy. (fid/laz/ong)