Akan Beri Sanksi Tegas terhadap SPBU yang Nakal

BANTUL – Menjelang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) se-makin gencar melakukan peng-awasan. Selain tim eksternal, mereka juga membentuk tim khusus untuk melakukan peng-awasan ini.
Tujuan pembentukan tim khusus ini agar praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat diantisipasi.
“Sudah bergerak mengawasi di 19 SPBU yang ada di Bantul,” terang Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta kemarin (3/11).
Disperindagkop juga sudah melakukan pemetaan terhadap SPBU yang di anggap rawan. Rawan ini diartikan SPBU yang ditengarai longgar memberikan pelayanan kepada konsumen. Sulis menyebutkan, berdasar hasil pemetaan Disperindagkop ada tiga SPBU yang rentan mela-kukan praktik tidak fair ini.
” Misalnya melayani pengecer meskipun tidak membawa surat rekomendasi,” ujarnya.
Dalam waktu dekat ini, Dis-perindagkop juga bakal meng-evaluasi hasil pemetaan tersebut. Bagi SPBU yang dinilai melaku-kan pelanggaran dipastikan bakal mendapatkan sanksi. Di antaranya penundaan pengiri-man atau pengurangan jatah.
“Kami juga sudah komunikasi dengan Pertamina,” jelasnya.Sulis menegaskan, akar persoa-lan penyalahgunaan dan penim-bunan BBM bersubsidi ada pada SPBU.
Kasus-kasus tersebut dapat diantisipasi sedini mungkin jika SPBU ketat dalam memberikan pelayanan. Meski begitu, jika ada pengecer atau warga yang diketa-hui melakukan penyelahgunaan maupun penimbunan BBM bersub-sidi dipastikan juga bakal dikenai sanksi. Misalnya, pidana penjara.
Menurutnya, ada dua modus yang kerap ditemui dalam perka-ra penyalahgunaan dan penim-bunan BBM bersubsidi. Pertama, pengecer membeli sebanyak-banyaknya BBM bersubsidi dari SPBU. “Ini pengawasannya di SPBU. Kedua, dengan meng-gunakan kendaraan besar lalu BBMnya dipindah,” paparnya.
Karena itu, Sulis meminta ma-syarakat kooperatif melakukan pengawasan. Sebab, pengawasan ini tak akan bisa dilakukan tanpa peran serta masyarakat. Kapolres Bantul AKBP Surawan mengis-yaratkan, kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Bantul cukup banyak. Khususnya, di kawasan pesisir selatan.
“Biasanya untuk operasional tambak,” tandasnya.Karena itu, Surawan mengin-struksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan pengawa-san di sejumlah SPBU serta titik-titik lokasi yang ditengarai ren-tan terjadi penyalahgunaan maupun penimbunan BBM bersubsidi. (zam/din/ong)