Setiaky
BERBAGI KEBAHAGIAAN: Anak-anak yatim piatu saat berbagi kebahagiaan dengan para buruh gendong Pasar Beringharjo, kemarin.
JOGJA – Pemandangan yang berbeda terjadi di pendopo Pasar Beringharjo, yakni pasar terbesar yang berada di kawasan Malioboro, kemarin. Para buruh gendong yang umumnya perempuan yang sudah berusia ibu-ibu, berbagi kebahagiaan dengan ratusan anak usia dini yang berstatus yatim piatu.
Dalam mengawali kegiatan ini, mereka menyalakan lilin dan pemotongan tumpeng. Setelah itu dilanjutkan dengan pelepasan burung pipit beserta balon sebagai simbol kebebasan dan harapan.
“Selain pesta yang semarak, kami juga ingin berbagi dengan para buruh gendong,” ujar Ketua panitian Ryan Budi Nuryanto.
Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengungkapkan rasa syukur atas penetapan Jogja sebagai kota batik dunia. Di mana dengan predikat tersebut, dipastikan membawa dampak yang positif bagi warga Pasar Beringharjo dan sekityarnya, tak terkecuali bagi para pedagang di sepanjang kawasan Malioboro.
Sebagai perwujudan syukur, dihadirkan berbagai tumpeng. Salah satunya tumpeng replika Tugu Jogjakarta. Tumpeng tersebut sebagai sarana untuk introspeksi diri dengan semangat golong gilig. Yakni dengan meningkatkan daya cipta, olah pikir dan zikir, guna memupuk kesetiakawanan sosial dalam berkehidupan.
“Kami gelar di pasar tradisional ini, karena selama ini, pasar menjadi simbol ekonomi rakyat kecil. Begitu pula dengan keberadaan buruh gendongnya,” tandasnya. (pra/jko/ong)