Anggayuh Sarwo Edi
JOGJA- Pandai-pandai mengatur waktu adalah konsekuensi bagi seorang atlet yang masih menempuh studi. Itu pula yang harus dilakukan Anggayuh Sarwo Edi. Selain sebagai atlet taekwondo dan menjadi pelatih di beberapa tempat, dia juga masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan studi komunikasi Universitas Atmajaya Jogjakarta.
Gayuh- sapaan akrab pria kelahiran Jogjakarta 24 Juni 1993 ini mempelajari taekwondo sejak kelas 6 SD. Berangkat dari ajakan teman, kini dia justru banyak mendapatkan pengalaman berharga. “Mulai dari waktu yang banyak tersita untuk latihan dan bertanding, sampai dengan tidak bisa main dengan teman,” ujarnya Gyuh yang kini melatih taekwondo di sejumlah sekolah ini.
Menurutnya dari situ dia banyak mendapat kenalan baru. Terutama anak-anak kecil. Bukan hanya yang menyenangkan tetapi terkadang aada yang susah diatur. “Ada juga anak gede yang songong, sok tahu, atau anak gede yang nggak punya semangat juang,” ujarnya sambil bekelakar.
Pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan baik di dalam maupun di luar negeri dengan raihan prestasi pun menjadi bukti kerja kerasnya. Baru-baru ini dia meraih juara 1 kategori Poomsae beregu dan juara 3 kategori poomsae pasangan dalam Kejuaraan Esta 4th International Jogja.
Tahun 2013 silam, dia juga berlaga di Malaysia Open kategori poomsae individu male senior. Di sana dia meraih juara ketiga. Dia menyebut prestasi di Malaysia sebagai pengalaman yang berkesan, karena performanya yang paling bagus dan maksimal.
Lelaki yang hobi main game dan nonton film ini juga menyenangi dunia fotografi. Dalam setiap kesempatan dia pasti mengabadikan kejuaraan-kejuaraan taekwondo.(mg1/din/ong)