ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
MELAMBUNG: Stok tabung melon di salah satu pengecer. Sampai saat ini Bantul masih mendapatkan jatah sebanyak 23 ribu tabung gas per hari.

Disperindagkop Anggap Bukan Kelangkaan

BANTUL – Lagi, tabung gas ukuran tiga kilogram langka di pasaran. Kelangkaan tabung gas yang popular dengan gas melon ini sudah mulai terasa sejak Sabtu (1/11) lalu. Bahkan, saking langkanya ada yang dijual hingga Rp 20 ribu.
“Sampai keliling ke 15 pengecer juga masih belum dapat,” keluh Subagyo, warga Se-lopamioro, Imogiri kemarin (4/11).
Selain di wilayah Imogiri, kelang-kaan juga terjadi sekitar wilayah Pleret. Sejumlah konsumen pun mengeluhkannya. Salah satunya Saptoro. Warga Pandes 2, Wo-nokromo, Pleret ini mengaku sudah mulai berkeliling men-cari tabung gas subsidi tersebut sejak Sabtu (4/11).
“Sampai hari ini pun juga belum dapat,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perin-dustrian Perdagangan dan Ko-perasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta membenarkan banyak konsumen yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan tabung gas melon. Hanya saja, Sulis me-nampik jika kondisi itu disebut sebagai kelangkaan.
“Kami sudah mantau ke lapangan pada Sabtu dan Minggu kemarin. Dari pantauan memang banyak pangkalan yang kehabisan stok,” ungkapnya.
Tak hanya itu, minimnya stok tabung gas melon ini juga memicu harga tabung gas di tingkat peng-ecer melonjak cukup drastis hingga Rp 20 ribu pertabung. Biasanya, di tingkat pengecer harganya di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu.
“Kondisi ini mendorong ada oknum peng-ecer bermain harga,” bebernya.
Namun demikian, Sulis me-mastikan kekurangan stok tabung gas melon di pangkalan bukan karena adanya pengurangan stok dari Pertamina. Sampai saat ini Bantul masih mendapatkan jatah sebanyak 23 ribu tabung gas perhari.
“Ini yang masih menjadi pertanyaan. Apakah kekurangan ini memang banyak permintaan di pasar,” jelasnya.
Karena itu, Disperindagkop bakal mengundang seluruh agen tabung gas melon. Tujuannya agar persoalan yang memicu kekecewaan para konsumen ini dapat diketahui penyebabnya. (zam/din/ong)