ROBOHNYA pondasi basemant hotel yang menewaskan tiga pekerja dalam proses pembangunan hotel di Jalan Urip Sumo-harjo Jogja, menjadi perhatian Dinas Peri-zinan (Dinzin) Kota Jogja. Berdasarkan data di Dinzin Kota Jogja, semua persyara-tan pembangunan hotel itu sudah sesuai.
Kepala Bidang Pelayanan Dinzin Kota Jogja Setyono menjelaskan, untuk memulai proses pembangunan harus mendapatkan rekomendasi dari Dinzin. Untuk hotel di Jalan Urip Sumoharjo itu, izin sudah di-keluarkan pada 20 Juni 2014 lalu.
“Semua persyaratan sudah sesuai. Termasuk untuk izin mendirikan bangunan (IMB). Surat IMB ini kemarin dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti,” ujar Setyono kemarin (4/11)
Dari data di Dinzin Kota Jogja, pengajuan izin hotel tersebut atas nama Merlyana Sukeno, dengan luas bangunan 4.476 meter persegi dan luas bangunan 829 meter persegi. Dalam pe-rencanaannya, hotel akan di-bangun menjadi tujuh lantai dan dua basement, dengan keting-gian mencapai 26,1 meter. Setyono mengungkapkan tim dari Dinzin Kota Jogja pertama kali melakukan pengawasan pada 3 September lalu.
“Saat itu mereka baru melakukan per-siapan pembangunan, kalau sebelumnya belum laporan,” jelasnya. Meskipun terdapat tim peng-awasan yang mengontrol pembangunan, hanya yang ter-kait dengan perizinan yang di-ajukan. Terkait kecelakaan kerja hingga mewaskan tiga pekerja, Setyono mengatakan Dinzin sudah tidak bisa menga-wasi hal itu.
“Untuk teknis pelaks-anaan pembangunan, yang tahu mereka sendiri,” jatanya.
Setyono menjelaskan, tim pe-gawasan dari Dinzin Kota Jogja juga rutin melakukan pengawa-san terhadap proses pembangu-nan. Pada prisipnya, proses pembangunan harus sesuai dengan izin yang diajukan. Jika dalam pembangunan terdapat perubahan dari rencana awal, diminta melaporkan ke Dinzin dan diubah izinnya.
Menurut Setyono, jika di la-pangan ditemukan proses pembangunan yang tidak se-suai izin yang diajukan, Dinzin Kota Jogja bisa mencabut izin yang sudah dikeluarkan.
Selain itu meski IMB sudah didapat, bukan berarti Dinzin lepas tangan. Dinzin masih akan tetap me-mantau. Jika dalam waktu enam bulan sejak dikeluarkan IMB tidak dilakukan proses pembangunan, Dinzin masih akan memberikan waktu hingga enam bulan selanjutnya untuk diperpanjang.
Hingga Oktober lalu, Dinzin Kota Jogja sudah mengeluarkan izin pembangunan untuk 76 hotel. Sisanya, sebanyak 28 hotel penga-juan izinnya masih dalam proses di Dinzin Kota Jogja. Mereka ma-sih diminta untuk melengkapi persyaratan yang kurang, seperti untuk Amdal dan lainnya.
“Nanti pada akhir tahun akan ada eva-luasi, yang stagnan tidak bisa me-lengkapi izinya tidak akan dikeluar-kan,” paparnya. (pra/laz/ong)