KULONPROGO – Warga Pedu-kuhan Tirto, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap digemparkan dengan kasus keracunan ibu dan tiga anaknya, kemarin (4/11). Diduga mereka keracunan setelah mengkonsumsi tempe mendoan.
Keempat korban harus dilarikan ke RSUD Wates, masing-masing sang ibu Rubini, 36, dan ketiga putrinya Septini, 12, Vita Sari, 8, serta Novi Astuti, 6. Tetangga korban, Paryanti, 44, mengungkapkan kronologis kejadian Senin (3/11) sore, bermula ketika sang ibu meng-goreng mendoan atau tempe kedelai dengan tepung pemberian dari salah satu tetangga.
Usai mengkonsumsi tempe tersebut, korban mulai merasa kesemutan serta pusing, sadar keracunan mereka sempat berupaya minum air kelapa. Sang ibu mengalami muntah-muntah sedangkan ketiga anaknya sempat kejang-kejang dan mengeluh pusing. Mereka langsung dibawa ke RSUD Wates dengan kondisi lemas dan langsung diberikan pertolongan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Tetangga yang memberikan te-pung saat itu memang sudah bilang kalau tepungnya lama, tapi sudah disaring. Namun saat digoreng warnanya berubah hitam,” ungkap putri sulung Rubini, Ranti, 27.
Menurut Ranti, ibunya tinggal di rumah di Hargotirto bersama ketiga adiknya tersebut. Sedangkan dia dan adik nomor dua, Rasemi, 22, sudah berkeluarga dan tinggal di rumah sendiri. Sedangkan ayahnya, Lamun Suharjo, berkerja di perkebunan kelapa sawit di Sumatera.
“Kata dokter, ibu dan tiga adik saya diperkirakan keracunan. Keadaan adik yang dua kritis, yang paling kecil darurat sempat mau dirujuk di rumah sakit di Klaten tapi ternyata penuh, terus semua ditangani di sini,” terangnya.
Setelah menjalani penanganan di IGD RSUD Wates sejak malam, Selasa (4/11) pagi Rubini dipin-dahkan ke ruang perawatan di Bangsal Edelweis. Sedangkan Septini, Vita Sari, dan Novi Astuti dirawat di ruang ICU.
Direktur RSUD Wates dr Lies Indriyati mengatakan berdasarkan ciri-ciri yang dialami, para korban memang diduga mengalami keracunan. Tapi apakah betul keracunan atau tidak yang mem-buktikan hasil laboratorium.
“Masih kami periksa lebih lanjut, hasilnya belum muncul,” jelasnya.
Lies mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan semaksimal mungkin terhadap keempat korban agar segera membaik. Hingga Selasa siang kondisi ketiga anak masih kritis dirawat di ICU sedangkan sang ibu dirawat di bangsal.
“Sudah kami lakukan semua, kami monitor intensif, obat-obatan dan korban yang paling kecil juga dirawat dengan alat bantu pernapasan di ICU. Semoga kondisinya segera membaik,” katanya. (tom/ila/ong)