ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
RUTINITAS:Sebuah truk sedang menaikkan pasir di salah satu ruas di Jalan Raya Srandakan. Aktivitas penambangan pasir ini harus dikontrol agar tidak merusak lingkungan.

Penambangan Pasir Banyak Munculkan Dampak Buruk

BANTUL – Dampak buruk telah menanti jika keberadaan penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo dibiarkan. Yang utama adalah kerusakan lingkungan. Salah satu upaya mengendalikannya adalah melalui kontrol perizinan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul Yulianto menguraikan, selain kerusakan lingkungan, dampak yang bisa dirasakan lang-sung oleh masyarakat adalah sumber mata air.
“Sumur milik warga bisa kering,” terang Yuli, sapaan akrabnya kemarin (4/11).
Dampak kerusakan lingkungan lainnya adalah rusaknya konstruksi di sekitar lokasi penambangan. Itu karena proses penambangan pasir yang terlalu dalam dapat menyebab-kan pergeseran tanah.
“Nek tambah jero iso narik bangunan-bangunan barang( Kalau terlalu dalam bisa menarik bangunan-bangunan juga, Red),” ujarnya.
Yuli menegaskan, upaya pengen-dalian dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir dapat melalui proses perizinan. Sebab, durasi dan volume penambangan pasir telah ditentukan dalam doku-men perizinan.
Dia mencontohkan, proses penambangan yang berdurasi tiga bulan. Penambang pasir harus menghentikan aktifitas penambangan jika telah mele-bihi waktu yang telah ditentukan, meskipun volume pasir masih banyak.
“Begitu juga dengan volumenya. Kalau volumenya sudah melebihi batas, meskipun durasi waktunya masih ada ya harus berhenti juga,” ungkapnya.
Susanto, seorang petani di pesisir selatan mengatakan, dampak buruk langsung yang dirasakan para petani akibat penambangan pasir adalah terganggunya saluran irigasi. Saluran irigasi, kata Susanto, didesain sejajar atau bahkan lebih rendah dengan posisi air di sungai dalam kondisi normal. Itu bertujuan agar air dapat mengalir hingga ke persawahan.
“Kalau ada penambangan otomatis posisi sungai lebih dalam. Mustahil air dapat mengalir,” tegasnya.
Karena itu, sebagai petani Su-santo pun meminta agar aktifitas penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo benar-benar di-kendalikan. Karena, pertanian dapat limbung jika tidak menda-patkan pasokan air yang men-cukupi. (zam/din/ong)