MAGELANG – Latihan bersama Joint Exercise Safkar Indopura digelar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Singapore Armed Force. Latihan diadakan di Lapangan Tembak Plempungan, Kecamatan Salaman, kemarin (4/11).
Kegiatan yang merupakan program kedua negara itu, sudah berlangsung sejak tahun 1989. Tahun ini merupakan latihan bersama yang ke-26.
Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjend TNI Mulyono mengungkapkan terdapat sedikitnya 182 personel TNI AD dari Batalyon 411/Kostrad yang terlibat dalam latihan bersama tersebut. “Sedangkan dari Singapura ada sebanyak 115 personel,” jelasnya.
Beberapa kegiatan ataupun materi yang diberikan selama pelatihan bersama antara lain melatih kepemimpinan kedua angkatan bersenjata terkait pengambilan keputusan taktik. Selain itu, pelatihan-pelatihan teknis taktik, baik patroli maupun teknis lainnya.
“Kita juga akan memberikan materi bakti sosial dengan sasaran kegiatan yang menyangkut kehidupan masyarakat di sekitar tempat latihan,” tutur Mulyono.
Dikatakannya terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil dari kerja sama kedua angkatan bersenjata itu. Seperti mempererat hubungan kedua negara, terjalin kebersamaan serta keakraban, saling pengertian, serta saling mengerti taktik kedua negara.
“Diharapkan bisa mempererat kegiatan yang berhubungan dengan angkatan darat,” ujarnya
Kerja sama angkatan bersenjata tidak hanya dijalin dengan Singapura saja, namun dengan beberapa negara lain. Sebut saja Australia, Malaysia dan Amerika. Beberapa kegiatan yang sudah berlangsung dari hasil kerja sama dengan negara lain seperti kunjungan senior, pertukaran, serta latihan bersama secara bergantian.
“Perbedaan pasti ada, tapi dengan latihan bersama semacam ini kita jadi tahu doktrin mereka dan begitu juga sebaliknya,” tegasnya.
Sementara itu, Pangdif 3 Angkatan Darat Singapura Brigjen Ong Tze Chin Chua berharap kerja sama latihan tersebut bisa terus berlangsung kedepannya. “Kami sangat senang dengan latihan bersama. Ini sangat penting untuk pengembangan kemampuan masing-masing dan kesempatan untuk saling belajar,” tandasnya. (dem/ila/ong)