Koperasi yang Dibekukan Bisa Dibubarkan

SLEMAN- Peringatan Hari Koperasi 2014 yang dipusatkan di Sleman lebih banyak diisi dengan kegiatan pembinaan dan pameran potensi.
Itu dirasa lebih krusial guna menumbuhkan koperasi yang hampir kolaps. Ternyata, kolaps bukan hanya disebabkan manajerial yang buruk, tetapi juga ada kesengajaan melanggar hukum oleh pengelola. “Koperasi yang dibekukan bisa dibubarkan,” ujar Kabid Koperasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Sleman Teguh Budianto kemarin (4/11).
Meskipun bisa dibekukan, tetap harus memehuhi syarat. Koperasi yang bermasalah ini harus bebas hutang dan ini bukan perkara mudah. Karena itu, pembinaan dan pendampingan diutamakan untuk menjaga koperasi agar tidak beku.
Ketua Dewan Koperasi Jogjakarta Syehbenol Hasibuan mengatakan, pengawasan intensif dilakukan bukan hanya pada koperasi yang tidak sehat, tetapi juga semuanya.
Syehbenol menegaskan, koperasi yang terbukti sakit akibat adanya pelanggaran hukum, akan diserahkan penangannya kepada polisi. Misalnya ada tindak penipuan oleh angota atau pengurusnya. “Urusan pidana, urusan yang berwajib,” tandasnya.
Untuk menggali ada tidaknya kasus hukum di sebuah koperasi, Syehbenol meminta para anggota pro aktif memberikan laporan kepada pengurus atau pengawas. Jika mentok, urusannya bisa dibawa ke dinas setempat. Laporan itulah yang nantinya akan dijadikan bahan untuk menelusuri kasus.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap para pengelola koperasi bekerja sesuai trek dalam mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi daerah. “Kegiatan harus didasarkan pada UUD 1945 dan nilai prinsip koperasi,” ingatnya di sela upacara Hari Koperasi Ke 67 di Lapangan Pemda Sleman kemarin (4/11).
Bupati meminta para pelaku usaha koperasi menjalankan peran secara profesional. Caranya dengan tetap menjaga kemampuan dan tanggung jawab, efisiensi dan efektivitas. Tujuannya agar dapat menjamin terwujudnya nilai tambah yang optimal bagi koperasi, serta tunduk kepada hukum ekonomi dan koperasi. “Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban sama dalam bertransaksi dan memperoleh manfaat,” katanya.(yog/din/ong)