Efek Belum Terbentuknya Alkap Dewan

WONOSARI – Dampak belum terbentuknya alat kelengkapan dewan (alkap) DPRD Gunungkidul makin meluas. Hal itu mengakibat-kan program pemeliharaan jalan di delapan kecamatan terpaksa dibatalkan.
Sebagai akibat dari molornya alkap, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan belum bisa disahkan oleh anggota dewan. Sebelas program peme-liharaan jalan kabupaten senilai Rp 9 miliar yang direncanakan oleh Bidang Bina Marga gagal terealisasi.
Sementara ruas jalan yang batal diperbaiki yakni Legundi-Petung, Putat-Plumbungan, Patuk-Semoyo, Playen-Ngleri. Serta ruas jalan Sampang-Gantiwarno di Gedang-sari, Jalan Tentara Pelajar Wono-sari, Gesing-Panggul, Panggang Bedoyo-Kenteng di Ponjong. Serta di Kelor-Srimpi di Karang-mojo, Tawarsari-Grogol di Beji-harjo dan Jatiayu-Bulurejo di Karangmojo.
Pembatalan rencana pemeliha-raan infrastruktur jalan terpaksa dipilih karena sisa waktu tahun 2014 sudah sangat mepet. Tahun anggaran 2014 hanya tinggal dua bulan lagi, sementara hingga sekarang DPRD belum menge-sahkan APBD perubahan yang menjadi dasar pembiayaan proyek tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Djoko Lelono mengakui belum disahkannya APBD perubahan menghambat programnya. Tidak ada pilihan lain, seluruh program 2014 dihapus dan dimasukkan dalam APBD 2015 serta APBD Perubahan 2015 mendatang.
“Sebenarnya kondisi jalan yang akan dipelihara tahun ini sudah rusak cukup parah. Namun dengan kondisi APBDP belum disahkan, kami tidak bisa ber-buat banyak dan memilih untuk menghapus seluruh program tersebut,” terangnya.
Menurutnya, lebih memilih dibatalkan karena pertimbangan keamanan dan tidak menjadi masalah dikemudian hari. Selain itu, pelaksanaan pembangunan dikejar waktu mempengaruhi kualitas pengerjaan.
“Perlu diketahui untuk mela-kukan proses pelelangan, mini-mal dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan sehingga dengan sisa waktu yang hanya dua bulan ini sangat tidak mungkin untuk tetap melaksanakan program,” katanya.
Seperti diketahui, agenda rapat paripurna pembentukan alkap dua hari lalu gagal digelar. Dengan permasalahan tersebut, Ketua DPRD Gunungkidul Suharno belum bisa menentukan langkah berikut.
Dia lebih menginginkan suasana cooling down, baru kemudian menentukan sikap. Dengan cara itu diharapkan konflik pembentukan alkap de-wan segera menemui titik temu. (gun/ila/ong)