MUNGKID – Dari total 83 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Magelang, yang mencapai akreditasi A tahun ini mencapai 44 sekolah, sisanya sebanyak 39 SD masuk akreditasi B. Sementara dari total 32 SMP, 25 di antaranya terakreditasi A, dan 7 lainnya akreditasi B.
“Jika dipersentase, untuk akreditasi SD mencapai 53 persen dan tingkat SMP 78 persen. Untuk tahun sebelumnya, akreditasi SD hanya mencapai 17 persen, sedangkan SMP 40 persen,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Magelang, Haryono, kemarin.
Dikemukakan, dari data tersebut menunjukkan bahwa seluruh sekolah yang sudah terakreditasi tahun ini, tidak ada satu pun yang memperoleh akreditasi C ataupun TT (tidak terakreditasi). Sekali pun ada sekolah yang belum terakreditas, jumlahnya hanya beberapa. “Tidak sampai 10 sekolah,” katanya.
Dikatakan, sekolah mampu menyandang akreditasi A, jika mampu memperoleh nilai 86-100, akreditasi B jika nilai 70-85, akreditasi C nilai 55-69 dan TT jika nilainnya di bawah 55.
Penilaian terhadap sekolah dilakukan oleh lembaga independen, yakni Badan Akreditasi Nasional (BAN).
“Penilaian akreditasi tersebut dilakukan setiap lima tahun sekali bagi sekolah yang sudah habis masa akreditasinya. Maksud dari penilaian akreditasi, untuk mengetahui seberapa jauh pelayanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada masyarakat,” jelasnya.
Kepala Seksi TK dan SD Disdikpora Kabupaten Magelang Subardi Mulyana menambahkan, penilaian akreditasi dilaksanakan di seluruh sekolah, baik swasta maupun negeri. Ini dilakukan dalam rangka penjaminan mutu pendidikan masyarakat.
Ada delapan standar penilaian yang menentukan akreditasi, di antaranya standar isi (kurikulum), standar kompetensi lulusan (out put) dan standar proses pembelajaran. Kemudian ada standar penilaian, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar tenaga pendidik dan kependidikan, serta standar pembiayaan. “Seluruh standar tersebut diurai menjadi 157 indikator (komponen),” tandasnya
Menurut Subardi, banyak manfaat yang dapat diperoleh sekolah dengan akreditasi. Antara lain bisa menyelenggarakan ujian mandiri tanpa harus bergabung dengan sekolah lain. Akreditasi juga dapat dijadikan sebagai dasar untuk pemberian bantuan dan pembinaan kepada sekolah yang bersangkutan.
“Untuk itu, kami mengimbau bagi sekolah yang belum terakreditasi agar segera mengajukan. Syaratnya sudah habis masa akreditasi, siswa komplet kelas 1-6 untuk SD dan kelas 7-9 untuk SMP, pernah meluluskan siswa dan memiliki ijin operasional,” jelasnya.(dem/jko/ong)