FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BUTUH GEBRAKAN:Suasana rapat kerja staf ahli kepala daerah se-Jateng di ruang sidang lantai 1 kantor pemkot Magelang, kemarin (04/11).
MAGELANG – Adalah anggapan yang keliru jika seseorang yang diposisikan sebagai staf ahli me-rasa masuk kotak. Buktinya para staf ahli sangat dibutuhkan kreativitasnya dalam membantu capaian kinerja para bupati dan wali kota.
Hal itu sebagaimana terungkap dalam rapat kerja (raker) staf ahli kepala daerah se-Jateng di ruang sidang lantai 1 kantor pemkot Magelang, kemarin (04/11). Dalam raker tersebut, terungkap bahwa gebrakan staf ahli sangat diperlukan dalam dinamika pe-merintahan
Sebab staf ahli merupakan jabatan strategis dan memiliki potensi besar dalam memberi pilihan dan pertimbangan seorang bupati maupun wali kota. Wali kota Magelang Sigit Widyonindito saat membuka raker tersebut mengatakan, ide dan pemikiran-pemikiran staf ahli sangat dibutuhkan untuk menunjang kebijakan yang dibuat oleh kepala daerah, termasuk dirinya.
“Pemikiran para staf ahli, sangat dibutuhkan untuk program pembangunan. Tentunya se-suai dengan keahlian di bidang masing-masing,” katanya.
Apabila potensi para staf ahli bisa dioptimalkan, bisa di pastikan capaian kinerja para bupati dan wali kota akan maksimal.
“Saat pemikiran kepala daerah me-ngalami kebuntuan, di sinilah saatnya mereka bisa menjadi problem solver dari permasala-han yang dihadapi,” tandas-nya.
Lebih lanjut, dalam kesempa-tan itu, wali kota mempromo sikan potensi daerah yang ia pimpin. Di antaranya sejumlah tempat wisata yang patut dikunjungi, program unggulan yang dilak-sanakan, yakni Kota Sejuta Bunga dan Ayo ke Magelang 2015, se-jumlah penghargaan tingkat nasional, serta peningkatan PAD yang melonjak hingga dua kali lipat sejak dirinya menjadi wali kota.
“Kota Magelang sekarang bukan sekadar untuk transit, sudah menjadi destinasi berkunjung . Salah satu buktinya, meningkat-nya hunian hotel, sehingga ber-pengaruh pada naiknya per olehan pajak penyumbang PAD,” ujar-nya.
Sementara itu Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Djatmo Wahyu-di menerangkan, raker tersebut diikuti 42 staf ahli dari 19 kabu-paten/kota dan staf ahli pro-vinsi Jateng.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta peningkatan kapasitas dan pengetahuan para staf ahli da-lam membantu kepala dae-rah.
“Biasanya kita hadirkan nara sumber dari kementerian mau-pun kalangan profesional. Ini untuk meningkatkan kom petensi staf ahli dalam membantu bupati maupun wali kota,” tandasnya. (dem/jko/ong)