MAGELANG – Sebuah tembok di Gang Melati, Kelurahan Ke-mirirejo, Magelang Tengah, ambruk. Robohnya pagar setinggi sekitar 4 meter itu diduga akibat galian pembangunan drainase yang dinilai terlalu dalam hingga ke bagian pondasi bangunan tersebut.
Salah seorang saksi (warga setempat) yang enggan disebutkan namanya menuturkan, tembok yang ambruk adalah milik Hotel Loka-sari. Pagar tersebut roboh, setelah sebelumnya, galian sedalam setengah meter dibuat hingga mencongkel pondasi pagar bangunan.
“Temboknya rendah dan mepet dengan galian drainase yang me-mang sedang dilaksanakan oleh pemborong. Setahu saya itu dari bantuan provinsi,” ungkap pria yang tinggal di samping pembanguan drainase tersebut, kemarin.
Warga setempat, katanya, me-minta kepada rekanan yang ber-sangkutan untuk mengganti tem-bok milik Hotel Lokasari tersebut. Sebab, selain mengganggu akses jalan, galian drainase juga dikha-watirkan memicu robohnya tembok di sisi lainnya.
“Kami buat alter-natif penyangga pakai kayu supaya tembok yang berada di sampingnya tidak ikut-ikutan roboh
Kami khawatir, kalau ada warga yang melintas tiba-tiba tem-boknya roboh,” tuturnya.
Warga juga mendesak rekanan dapat mengganti sepenuhnya insiden tembok roboh akibat galian yang dinilai terlalu dalam tersebut. Terlebih, jalan gang merupakan hak warga, berikut pengelolaannya.
“Apalagi bangu-nan itu (pagar Hotel Lokasari) sudah lebih dulu ada, ketimbang saluran drainase yang baru saja dibuat,” tukasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Mana-jer Hotel Lokasari Ma’arifah mengaku tidak akan mem-persoalkan tembok yang roboh tersebut. Tapi jutsru pihak hotel berencana segera melakukan renovasi secara mandiri.
“Ke-keluargaan saja,” ujarnya.
Kabid Drainase dan ESDM Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkot Magelang Santosa Endra Gunawan hingga berita ini di-turunkan belum dapat dikon-firmasi perihal robohnya tembok akibat pembangunan saluran drainase di Kemirirejo itu.
Saat dihubungi melalui te-lepon pribadinya, hanya ter-dengar nada dering, namun tidak ada jawaban. Begitu pula ketika dihubungi melalui pesan singkat, juga tidak ada balasan. (dem/jko/ong)