JPNN
KETAT: Laga perdana tim PON Remaja DIJ saat dikalahkan Banten di Stadion Citarum, Semarang Senin (3/11). Kala itu, DIJ kalah 0-1. Dengan kekalahan yang kedua ini, peluang tim DIJ semakin berat

Kalah Lagi, Langkah Semakin Berat

SEMARANG – Impian tim sepak bola remaja DIJ lolos ke ajang PON Remaja 2014 hampir pupus. Setelah mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Banten pada laga perdana kualifikasi PON Remaja Wilayah III, kemarin (4/11) Aswandanu Bagas dkk kembali menelan kekalahan.
Tak tanggung-tanggung mereka dibabat tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) dengan skor 5-1 di Sta-dion Citarum, Semarang. Sebe-narnya tim DIJ sukses unggul lebih dulu di menit ke-5 lewat gol Aditya Jihad. Sayang , gol dari Adit ini seperti membangunkan macan tidur. Ya, usai tertinggal 0-1 Jateng langsung mengamuk.
Dalam waktu 20 menit, Jateng sanggup mencetak tiga gol. Menit 13 dan 21 pemain Jateng Cipto Ferianto mampu membuat dua gol untuk membalikkan keadaan 2-1. Sedangkan pada menit 33, Jateng sukses memperbesar keung-gulan 3-1 lewat gol Fredyan Wahyu.
Pada babak kedua, DIJ benar-benar sudah tidak berdaya. Jateng pun mampu mencetak dua gol tambahan via Guntur Soekarno pada menit 68 dan Ronang Fandy Ahmad di menit 88.
Dua kekalahan dalam dua laga pertama tentu membuat DIJ untuk sementara terbenam di posisi juru kunci Wilayah III. Bersama Jawa Barat (Jabar) mereka menjadi tim yang belum mengoleksi angka. Namun Jabar memiliki selisih gol lebih baik serta masih memainkan satu pertandingan.
Juru taktik tim DIJ Sambudiono mengatakan, pada laga kemarin dirinya memainkan beberapa peng-gawa yang sebenarnya kurang fit. Hasilnya, mereka pun rontok. Ba-hkan dua di antaranya meminta diganti pada jeda setengah main.
“Tapi di satu sisi ya saya pusing juga. Jumlah pemain kami yang akhirnya ikut ke Semarang cuma 18 orang,” sergahnya.
Kata Sambudi, persiapan yang sangat mepet juga menjadi faktor mengapa timnya gagal meraih angka di dua laga pertama. Masa-lah semakin pelik karena rang-kaian uji coba pemanasan di Ma-diun batal.
“Padahal rangkaian laga di Madiun bertujuan untuk mengasah mental bertanding anak-anak. Ya tapi sudah lah kami te-rima saja,” jelasnya.DIJ baru menjalani laga ke-tiga pada Jumat (7/11) melawan DKI Jakarta. Sambudi berharap jeda tiga hari membuat para pemainnya fit. (nes/din/ong)