SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
PERKEMBANGAN POSITIF: Pelaku usaha di kecamatan dan kelurahan mendapatkan suntikan dana melalui program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri. Pameran produk kerajinan dari masyarakat penerima bantuan di Jogja Plaza Hotel, kemarin (4/11).

Digulirkan untuk 324 Ribu Kelompok

SLEMAN – Guna menyokong kebutuhan dana bagi sektor UMKM, Kementerian Koordi-nator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mulai melakukan kerja sama. Salah satunya dengan lembaga perbankan dan sektor swasta dalam implementasi Dana Ama-nah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) dalam PNPM Mandiri.
Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Ke-menko PMK Wahnarno Hadi menyatakan program tersebut telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah cakupan wilayahnya terus me-ningkat dari tahun ke tahun.
“Total aset DAPM dalam PNPM Perkotaan saat ini mencapai Rp 530 miliar. Dana tersebut digu-lirkan untuk 324.000 kelompok peminjam atau sekitar 1,6 juta penerima manfaat per Desem-ber 2011,” jelas Wanharno yang juga Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri di Jogja Plaza Hotel, emarin (4/11).
Sedangkang hingga September 2011, PNPM Mandiri Pedesaan mencatat total aset DAPM yang dikelola masyarakat sebanyak Rp 6,6 triliun rupiah. Dana ter-sebut dikucurkan untuk lebih dari 440.000 kelompok pemin-jam atau sekitar 4 juta individu penerima manfaat.
Padatahun 2013 hingga saat ini, sambung Wanharno, seluruh kecamatan dan kelurahan sudah mendapatkan program ini mela-lui dana Bantuan Langsung Ma-syarakat (BLM) PNPM Mandiri.
Kelanjutan perkembangan positif program tersebut, me-nurutnya, harus disokong oleh dukungan dari berbagai pihak.
“Termasuk juga pemerintah daerah, pengusaha, perbankan, perguruan tinggi dan instansi terkait lainnya. Adanya channel dengan lembaga keuangan dalam bentuk kerja sama menjadi kunci keberlanjutan misi pem-berdayaan masyarakat tanpa terus bergantung pada program,” jelasnya. (bhn/ila/ong)