JOGJA – Bandara International Adisutjipto Jogjakarta menyiapkan sejumlah langkah un-tuk mengantisipasi merebaknya virus Ebola. Itu dilakukan dengan cara meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan interna-sional melalui bandara.
General Affair and Communication Section Head Bandara Adisutjipto Jogjakarta Faizal Indra Kusuma mengatakan, salah satu upaya mengantisipasi adanya virus Ebola dengan cara pemasangan alat pemantau suhu tubuh. Pihaknya mengaku tidak ingin kecolongan menyikapi merebaknya virus Ebola.
“Kami tak ingin kecolongan, maka dari itu penumpang yang keluar dari terminal ke datangan internasional kami pantau terus,” kata Faizal kemarin (4/11).
Menurutnya, pemasangan alat ini sudah lama. Pada prinsipnya pemasangan alat pemantau suhu tubuh tidak secara khusus menyikapi adanya virus Ebola. Lebih dari itu bahwa alat ini bisa mendeteksi jika ada penumpang yang diduga terjangkit virus tersebut
“Setiap penumpang mele-wati alat pemindai suhu tubuh. Nanti kan terlihat berapa suhu tubuhnya. Jika melewati batas toleransi, maka penumpang akan masuk ke ruang kesehatan untuk menjalani pemeriksaan,” imbuhnya.
Sejak virus Ebola menjadi an-caman seluruh negara di dunia, seluruh pihak mengantisipasi agar virus itu tidak masuk ke wilayah negaranya, tak terkeculai Indonesia. Lebih khususnya DIJ yang menjadi salah satu desti-nasi wisata mancanegara, pihak bandara tidak ingin gegabah menyikapi persoalan ini.
Lebih jauh Faizal menamba-hkan, tidak hanya pemasangan alat pengukur suhu tubuh. Selain itu pihak bandara juga menyia-gakan petugas bandara dan KKP untuk menjaga dan memindai suhu tubuh penumpang mela-lui bandara.
“Nanti kerjanya bergantian dari masing-masing instansi,” kata dia.Pemasangan alat itu akan terus dilakukan di bandara untuk mengantisipasi masuknya virus Ebola ke Indonesia. Selain itu, pemasangan alat tersebut belum ditentukan sampai kapan, hing-ga menunggu instruksi dari pihak berwenang. (fid/laz/ong)