FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
SOLID: Para pedagang kaki lima di Kota Magelang membentuk wadah organisasi sebagai sarana penyalur aspirasi.

Tambahan Fasilitas untuk Menarik Pengunjung

MAGELANG- Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkal) Kota Magelang mendesak Pemkot Magelang tidak hanya membuat kebijakan relo-kasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Mereka juga meminta adanya peningkatan kesejahteraan.Hal itu didampaikan Ketua Apkal Kota Magelang Tatang Sumarna usai dilantik dalam reorganisasi Apkal 2014-2019, di Ruko Armada Estate kemarin. “Kajian penataan memang harus diapresiasi. Lebih lagi, pemkot baru saja mendapat penghar-gaan nomor tiga se-Indonesia terbaik dalam hal penataan PKL,” katanya kemarin (5/11).
Menurut Tatang, penataan tersebut masih dirasa belum sempurna. Terutama soal peng-adaan tempat sampah. “Kami biasa membawa pulang sampah. Memang perlu sekali dibuatkan tempat sampah khusus agar tidak menimulkan bau tidak sedap,” ungkap PKL yang kesehariannya menjual dagangan di Jalan Siga-luh, Magelang Tengah ini. Pengurus Apkal lainnya, Sri Riyanto mengaku, fenomena pusat kuliner memang sangat kontradiktif
Ada yang terlampau ramai, tetapi tidak sedikit yang mera-sakan sepi konsumen. Karenan-nya, dia meminta pemkot untuk memberi langkah strategis untuk mengatasi sepinya pembeli di pusat kuliner tertentu. “Kami minta dibuatkan se-suatu yang menarik. Ya bisa saja tempat bermain anak atau panggung hiburan, supaya yang masih sepi bisa memiliki daya tarik,” harapnya.
Menurut PKL yang berjualan di Senopati ini, sebagai pedagang, jika dalam kurun waktu dua pe-kan sepi pembeli, modal itu bisa hilang. “Itulah yang kami rasakan. Sehingga jika penataan ini sudah sangat bagus, ya harapannya dimaksimalkan lagi,” pintanya. Kasi Penataan dan Pember-dayaan PKL, Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Magelang, Marjinugroho berharap, dengan adanya reorganisasi Apkal ini koordinasi antara PKL dengan pemerintah semakin intensif. Organisasi ini sedianya dibentuk sebagai wadah penyalur aspi-rasi para PKL, terhadap kebija-kan pemerintah. “Sehingga aspirasi PKL bisa terwadahi. Tentunya membantu kami un-tuk pemberdayaan dan penata-annya,” harapnya.
Dia juga mengapresiasi ke-pada seluruh PKL karena me-respons baik penataan yang di lakukan pemkot. Secara langsung, hal demikian bisa memberi pengertian pada daerah ataupun wilayah lain untuk siap ditata. “Kami berharap PKL yang be-lum direlokasi untuk bersabar. Kepada para PKL yang belum laris, kami juga minta pengertian-nya, karena itu merupakan pro-ses,” tandasnya. (dem/din/ong)