Tarif Pemasangan PDAM Lebih Murah

KULONPROGO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kulon-progo berhasil meluaskan jaringan-nya. Dengan begitu, perusahaan daerah ini mampu menjangkau tiga pedukuhan yang selama ini selalu kekeringan saat musim kemarau.Ketiga pedukuhan itu di antaranya Clapar I, Clapar II dan Clapar III di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap. Ada ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di tiga pedukuhan tersebut.Salah satu warga Pedukuhan Clapar II Sisno Narto, 50, meng-ungkapkan di musim kemarau warga selalu kesulitan air bersih. Warga biasanya mencari air untuk kebutuhan sehari-hari dari mata air Salak yang berjarak sekitar 200 meter di batas bukit.
“Saat kemarau, sumber airnya mengecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan warga. Airnya tidak cukup, untuk rebutan, jadi harus antre. Kalau mau dapat air ada yang sampai malam ambil airnya. Sumber air lainnya ada di Sendang Gayam tapi jauh, sekitar 500 meter,” terangnya, baru-baru ini (4/11).Sisno mengatakan dengan kondisi tersebut, warga terkadang harus bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah. Ja-ringan pipa dan tandon-tandon air sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun hanya berfungsi beberapa bulan, kemudian berhenti.
“Sekarang jaringan PDAM sudah sampai sini, kami senang. Dengan begitu tidak sulit lagi cari air, karena sudah bisa sampai rumah. Saya sudah mendaftar,” katanya.Direktur PDAM Kulonprogo Jumantoro mengatakan upaya me-naikkan air dari Waduk Sermo ke Clapar melalui Kalibiru sudah di-rencanakan sejak dua tahun lalu. Anggarannya juga sudah diusulkan ke APBN tetapi tidak berhasil. Sehingga dianggarkan dari APBD Kulonprogo dan bisa dibangun ja-ringannya tahun ini. “Kami harapkan tidak ada lagi dropping air ke Clapar, juga ke Kalirejo,” katanya.
Jumantoro menjelaskan jaringan PDAM ke Clapar I, II dan III tersebut memiliki debit dua liter per detik. Debit ini cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga pedukuhan tersebut yang berjumlah sekitar 320 KK. “Jaringan utama pipa ke Clapar ini sebagian memanfaatkan yang sudah ada, yakni dari bantuan air baku tahun 2008 lalu dari APBN,” jelasnya.
Jaringan itu semula dikelola desa namun terhenti dan tidak bisa jalan karena biaya operasionalnya terlalu tinggi. Dengan dikelola PDAM, airnya sudah sampai (reservoir) Kalibiru. “Jadi tinggal kita naikkan sekali lagi sampai Clapar. Pemasangan ke rumah-rumah segera dilakukan. Sampai hari ini sudah ada 60 KK yang mendaftar dan pasti akan bertambah lagi karena di sini kesulitan air,” ungkapnya.
Menurut Jumantoro warga Clapar hanya diminta biaya pemasangan Rp 550.000 lantaran ada program sambungan rumah murah. Biaya ini jauh lebih murah dibanding tarif normal yang mencapai Rp 850.000. “Uang mukanya Rp 250.000 ke-mudian yang Rp 300.000 bisa diangsur tiga kali, ditambah Rp 5.000 untuk administrasi pendaftaran. Adanya program sambungan rumah murah ini sengaja untuk menambah cakupan layanan,” ucapnya.
Jaringan PDAM di Clapar, nantinya juga bisa menjangkau sebagian warga Desa Hargotirto, yakni di pe-dukuhan Sebendut, Segajih dan Soropati. “Sebab Clapar ada di per-batasan antara Hargowilis dengan Hargotirto,” tandasnya. (tom/ila/ong)