GODOD SUTEJO FOR RADAR JOGJA
RITUAL KHUSUS: Para seniman dan budayawan saat menggelar acara di Bukit Moyeng, Girimulyo, Kulonprogo.

Wujud Harapan untuk Pemerintahan Baru

JOGJA – Seniman dan budaya-wan Jogjakarta menggelar ri-tual khusus atas dilantiknya Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi pemimpin Indonesia. Bertajuk Doa Kami untuk Ne-geri para penggawa seni budaya ini menggelar acara di Bukit Moyeng Desa Mbanaran, Pen-dowoharjo, Girimulyo, Kulon-progo, Senin dini hari (3/11).Koordinator acara Godod Sutejo mengungkapkan, acara ini meru-pakan wujud harapan. Menurutnya dengan terpilihnya pemimpin baru merupakan harapan baru. Terlebih dalam memajukan seni dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.
“Semoga pemimpin saat ini memiliki kepedulian tinggi ter-hadap seni dan budaya. Indo-nesia merupakan negara yang kaya. Bahkan seni dan budaya-nya dapat menjadi kekuatan lebih dalam memajukan bang-sa,” katanya saat ditemui di ru-mahnya, Suryodiningratan (5/11).Godod menambahkan gerakan ini merupakan kesadaran, di ma-na atas inisiatif para seniman dan budayawan ini berkumpul
Bahkan kegiatan ini turut me-libatkan lintas komunitas dan paguyuban di Jogjakarta.Sejumlah pihak yang terlibat penyelenggaraan ini, antara lain, Paguyuban Desa Budaya Meno-reh, Kelompok Sekata, Komu-nitas Ho No So Ro, Kadhang Karahayon, dan lain-lain. Acara ini juga didukung Keluarga ATA YKPN, Ladha Resto, sejumlah seniman tari, pemusik dan pel-ukis Jogjakarta.
Pemilihan waktu pun memi-liki makna tersendiri. Bertepatan dengan 10 Muharram yang da-lam sejarah agama Islam disebut hari Asyura atau hari keme-nangan. Sejarah mencatat ba-nyak kejadian istimewa pada hari Asyura ini.”Semoga ini jadi waktu yang baik untuk kita berdoa agar Tuhan mengiringi, memudahkan, dan mensukseskan apa yang ingin kita capai,” kata pelukis ini.
Acara yang dikemas dalam sajian seni budaya ini juga menggelar sejumlah pentas kesenian. Di antaranya kegiatan melukis ber-sama, baca puisi, dan penampilan musik biola dan jimbe di atas gu-nung. Momen ini pun dimanfaat-kan untuk melihat keindahan Jogjakarta dari atas bukit.Setiap seniman yang hadir pun merespons keindahan alam dengan karya masing-masing. Selain melalui kesempatan ini juga men-jadi ajang silaturahmi seniman lintas disiplin, budayawan, komu-nitas dan warga Jogjakarta.
“Kebersamaan untuk keinda-haan ragam Indonesia. Partisipan yang hadir berkarya dengan me-respons keindahan alam. Dari puncak bukit ini kita bisa melihat hamparan sawah yang berkabut tipis di pagi hari. Juga terlihat Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing, Puncak Kucir, Gunung Prau, dan Laut Selatan,” katanya. (dwi/laz/ong)