Lupakan Panas di Musda, Tonjolkan Kebersamaan

JOGJA – Belum ada SK dari BPP HIPMI tak mem-buat kepengurusan BPD HIPMI DIJ versi ketua umum (ketum) terpilih Henry Ardiyanto mandeg berorganisasi. Kemarin (5/11), Hendri resmi mengenalkan kepengurusannya kepada publik.Dalam pendeklarasian yang digelar di Bale Raos ini disebutkan sebagai ketua umum Henry Ardiyanto, sekretaris umum M.Afendi, benda-hara umum Jhonson Simbolon, ketua dewan Freeda Musthikasari. Selain mereka juga ada ketua-ketua seksi/bidang.
Ikut hadir dalam pendeklarasian pengurus ter-sebut, pendiri HIPMI DIJ Heri Dendi, Ketua Umum Kadinda DIJ Gonang Juliastono, Ketua Umum DPC HIPMI Bantul Tina Asmara, ketua umum DPC HIPMI Gunungkidul Sidiq Purnomo, dan Ketua DPC HIPMI Kota Jogja Luvi Lukman.Henry Ardiyanto mengakui hingga saat ini ke-pengurusannya belum legal, karena belum mengan-tongi SK dari DPP dan belum dilantik. “Untuk legalnya, kami memang masih menunggu SK dan dilantik. Dan kami berharap sebelum munas DPP HIPMI digelar, SK sudah turun dan itu untuk kepengurusan kami, bukan yang lain,” katanya
Lebih jauh dikatakan, pihaknya sudah melupa-kan tentang gonjang-ganjing yang mewarnai pelaksanaan musda DPD HIMPI pertengahan Oktober lalu. “Masalah gonjang-ganjing yang pernah ada, itu adalah dinamika organisasi. Itu biasa terjadi, dan itu sudah kita lupakan,” ujarnya.Yang saat ini sedang direncanakan adalah me-nyusun program kerja, silaturahmi dengan gu-bernur, para stakeholder dan mitra kerja lainnya. “Yang pasti dan terpenting, bahwa kepengurusan kami adalah menjunjung tinggi kebersamaan dan kebersaudaraan,” tandasnya.
Untuk sekretariat BPD HIMPI, karena kantor lama masih status quo dan digembok, maka kantor HIMPI versi Henry Ardiyanto ini menggunakan posko HIPMI yang berada di Patangpuluhan, Jogja.Sesepuh yang juga pendiri HIPMI DIJ Heri Dendi mengingatkan agar dalam menjalankan roda organisasi, HIPMI selalu berpijak pada ADRT.
“Yang sudah-sudah (polemik kepengurusan), ditutuplah. Lupakan, karena itu merupakan dina-mika. Dan ingat, dalam dunia usaha dan bisnis itu tidak ada lawan yang abadi,” katanya.Agar polemik yang sama tidak terulang lagi, ia berpesan agar setiap ada permasalahan dikem-balikan pada ADRT. (bhn/jko/ong)