SLEMAN-Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kem-bali mendapat kritikan soal cara penanganan kasus sepak bola gajah yang terjadi pada laga terakhir babak Delapan Besar Divisi Utama 2014 antara PSS Sleman v PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida, Akademi Angkatan Udara (AAU) akhir Oktober lalu.
Sekretaris Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto angkat bi-cara. Menurut Pria yang akrab disapa Mbah Putih (MP) tersebut, janji investi-gasi untuk kasus sepak bola gajah sama sekali tidak dilakukan badan yang di-pimpim Hinca Pandjaitan tersebut. Kemarin Komdis memang memanggil 11 pemain PSS dan PSIS yang masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Tapi kata MP, cara seperti ini tidak dapat dikatakan investigasi.
“Yang nama-nya investigasi itu ya turun ke lapangan, bukan cuma asal memanggil orang seperti ini. Sebe-tulnya apa susahnya sih Hinca datang ke Sleman dan Semarang lalu memintai keterangan para pemain di dalam mes,” ujarnya.
Kata MP, cara yang ditempuh Komdis ini sama saja memberikan celah bagi klub untuk meny-usun sebuah skenario. Dengan demikian bukan tidak mungkin hukuman yang dijatuhkan tak sesuai dengan fakta yang terjadi di balik itu.Selain itu, MP menyatakan seharusnya Kom-dis juga melibatkan Komisi etik dan fairplay untuk menginvestigasi kasus sepak bola Gajah. Sebab pelanggaran etika sepak bola memang sudah terjadi pada laga PSS lawan PSIS.
“Kalau cuma memanggil pemain ke Jakarta namanya bukan investigasi. Investigasi tersebut ya se-benarnya turun ke lapangan. Selain itu saya juga menyesalkan kenapa Komdis tak melibat-kan komisi etik dan fairplay,” imbuhnya,
Buruknya penanganan kasus sepak bola ga-jah sebenarnya sudah disesalkan MP sejak memutuskan hukuman diskualifikasi bagi PSS dan PSIS. Baru memanggil beberapa pemain, Hinca cs sudah langsung mengeluarkan kepu-tusan diskualifikasi. Padahal belum tentu kasus epak bola gajah ini dilakukan secara terorga-nisir oleh dua klub tersebut.
“Kalau ternyata itu inisiatif pemain atau hanya oknum yang memerintahkan jelas tak bisa Komdis menjatuhkan hukuman pada klub. Nah ini otaknya saja belum diketahui sudah main memutuskan,” paparnya. (nes/din/ong