RADAR JOGJA FILE
TUMBUH POSITIF: Sektor jasa mengalami pertumbuhan paling mengesankan yakni sebesar 11,1 persen. Laju ekonomi triwulan ketiga ini banyak dipengaruhi oleh sektor jasa.

Listrik, Gas dan Air Bersih Mengalami Kontraksi

BANTUL – Laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) DIJ pada triwulan ketiga tahun 2014 naik sebesar 4,24 persen dibanding tahun sebelumnya. Laju ekonomi triwulan ketiga ini banyak dipengaruhi pertum-buhan sektor-sektor jasaHal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ Bambang Kris-tianto. Menurutnya sektor jasapaling mengesankan pertumbuhannya sebesar 11,1 persen. Kenaikan tersebut terjadi setelah sebelumnya mengalami kon-traksi pada triwulan sebelumnya sebesar 3,02 persen.
Dia memperkirakan permintaan do-mestik masih tetap tinggi disebabkan faktor musiman ketika puasa dan Idul Fitri lalu. “Selain itu, gaji ke-13 juga men-jadi sektor pendorong kuat pertumbuhan ekonomi,” kata Bambang dalam laporan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga di kantor BPS DIJ, Rabu (5/11).Bambang menjelaskan kinerja sektor pertanian tumbuh positif lebih dari 5,9 persen, setelah di triwulan kedua meng-alami pertumbuhan negatif. Pertum-buhan ini digerakkan oleh pertumbuhan positif dari semua subsektor di sektor ini. “Sektor tanaman bahan makanan digerakkan oleh komoditas ubi kayu yang pada triwulan ini panen raya,” ungkapnya.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian. Hal ini disebabkan relatif tingginya ak-tivitas pembangunan pada musim ke-marau, sehingga permintaan barang galian terutama batu dan pasir meng-alami peningkatan. Meski tumbuh po-sitif, pertumbuhan sektor industri pengo-lahan di triwulan ketiga ini lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya.Sedangkan subsektor perkebunan pada triwulan ini juga merupakan masa pun-cak panen.Terutama pada komoditas tembakau dan tebu yang produksinya masing-masing hingga hingga 124 persen dan 68 persen. Sementara untuk pertum-buhan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan di triwulan ini lebih di-sebabkan pertumbuhan UMKM.
“Sektor ini juga berpengaruh pada pe-ningkatan likuiditas perusahaan keuangan seperti PT Pegadaian,” terangnya.Sementara itu, satu-satunya sektor yang tumbuh negatif pada triwulan ketiga tahun 2014 adalah sektor listrik, gas dan air bersih. Menurutnya pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih DIJ meng-alami kontraksi. Itu karena penjualan tenaga listrik dari PT PLN distribusi DIJ mengalami penurunan. “Di triwulan kedua tahun 2014, pen-jualan tenaga listrik di wilayah DIJ men-capai 605,95 juta KWh turun menjadi 578,86 KWh di Triwulan ketiga ini,” tutupnya. (bhn/ila/ong)