DWI AGUS/RADAR JOGJA
DISKUSI SENI: Seminar bertajuk Social Awareness in Arts Education dalam rangkaian Festival Seni Internasional (FSI), kemarin (5/11).
SLEMAN – Seni dan budaya merupakan bagian penting dari sebuah bangsa. Indonesia sebagai negara multikultur memiliki har-ta yang tak terhingga. Ibaratkan dua mata pisau, jika salah mengelo-lanya, potensi ini dapat menjadi kekuatan sekaligus kelemahan.Hal itu terungkap dalam seminar bertajuk Social Awareness in Arts Education. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Seni Internasional (FSI) yang diadakan PPPPTK Seni dan Budaya Jogja-karta, kemarin (5/11).
Direktur sekaligus kurator Mu-seum Kolong Tangga Tangga Rudi Corens mengatakan, sudah saatnya Indonesia memberikan perhatian yang maksimal terhadap seni dan budaya. Sebab, jika bicara Indo-nesia, seni dan budaya merupakan ciri khas yang melekat. ” Kemaje-mukan ini memberikan nilai lebih yang wajib dijaga,” katanya.Pendidikan seni dan budaya ada baiknya dijadikan materi wajib. Ini karena dalam seni dan budaya menyimpan ragam filosofi dan kearifan lokal.
“Bayangkan saja bagaimana in-dahnya jika diterapkan dalam ke-hidupan bermasyarakat. Tentunya perlu kesadaran agar masyarakat mau membuka mata. Tidak hanya fokus pada satu titik saja,” tandasnya.Pembicara lainnya Egbert Wil-lems Wits dari Yayasan Kelola Jogjakarta memaparkan, kekaya-an seni dan budaya terdapat be-berapa faktor. Seperti faktor sub-jektivitas dan objektivitas dalam melihat dan menyajikan.
Menurutnya, untuk mentransfer sebuah nilai seni dan budaya, ti-dak hanya berangkat dari pertunju-kan. “Adanya ruang diskusi dan saling melihat satu sama lain, merupakan kunci,” ungkapnya.Bahkan dengan menciptakan se-buah ruang estetika baru dapat men-jadi sebuah awalan. “Menerapkan ide dan filosofi dengan situasi lokal, tidak bisa berdiri sendiri. Bagaima-napun juga seni dan budaya dapat meningkatkan potensi masyarakat menjadi lebih baik,” kata Egbert.
Akademisi ISI Jogjakarta Dr Su-astiwi, M.Des mengatakan perlu adanya ruang kreatif. Hal itu untuk mewadahi, jiwa seni yang kuat pada generasi muda. (dwi/jko/ong)