PURWOREJO – Potensi pariwisata di Kabupaten Purworejo cukup men-janjikan, sayangnya tidak menunjuk-kan perkembangan yang diharapkan. Dunia pariwisata, belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan.Tim Kreatif Akram Travel & Tour Study Lukman Hakim mengatakan, sebagai upaya menggerakkan sektor pariwisata lokal Purworejo, pihaknya mencoba menggagas program desti-nasi wisata pendidikan lokal.Program tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan sektor pariwisata yang diintegrasikan dengan dunia pendidikan. “Program tersebut muncul setelah melihat keprihatinan kondisi pariwisata di Kabupaten Purworejo,” kata Lukman Hakim.
Dari survei terbatas yang dilakukan Akram, banyak warga Purworejo yang tidak mengetahui keunggulan wisata lokal daerahnya. Bahkan, di media sosial ramai didiskusikan ironi ini. Banyak siswa yang ternyata tidak tahu tempat-tempat wisata sejarah. “Ini ironi dan harus disudahi. Bayangkan siswa Purworejo saja sampai tidak tahu sejarah Masjid Agung dan Bedug Pendowo. Padahal ini salah satu ke-unggulan komparatif yang dimiliki Kabupaten Purworejo,” imbuh Lukman.
Dalam program tersebut, Akram Tra-vel & Tour Study akan memfasilitasi sekolah-sekolah untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata lokal Purworejo. Kunjungan studi wisata dikemas dalam paket destinasi yang sudah dirumuskan tim kreatif Akram Travel & Tour Study.Paket yang ditawarkan, kunjungan ke Museum Tosan Aji, Masjid Agung, pendapa rumah dinas bupati, Stasiun Purworejo, makam Bupati Cokrone-goro, desa wisata di wilayah Loano, memorial house WR Supratman di Kaligesing, masjid-masjid bersejarah, dan tempat-tempat wisata bersejarah lainnya.
“Mungkin beberapa sekolah sudah mengunjungi tempat-tempat tersebut. Tapi tidak ada pengayaan materi soal sejarah objek wisata sejarah tersebut. Kami sudah siapkan guide yang akan menjelaskan kepada siswa dari satu lokasi ke lokasi lainnya,” tuturnya.Program tersebut akan dikerjasamakan dengan media-media massa di Purworejo. Dalam program destinasi wisata lokal tersebut, pihaknya memfasilitasi kendara-an, makan siang dan snack peserta, dokumentasi foto, dokumentasi video, serta fasilitas guide.
“Keberadaan guide ini yang akan menambah nilai plus dari wisata pen-didikan lokal. Dengan begitu generasi Purworejo kedepan benar-benar me-mahami identitas dan keunggulan daerahnya sendiri,” katanya.Kepala UPT Pendidikan Purworejo Sasmito Adi menyampaikan, program tersebut sangat positif dan bisa disiner-gikan dengan implementasi kurikulum 2013. “Saya siap memfasilitasi Akram untuk bisa bertemu para kepala sekolah SD di wilayah UPT Purworejo untuk mensosialisasikan program yang sangat bagus ini,” ujarnya. (tom/jko/ong)