Banyak yang Tidak Yakin Akan Berhasil

MAGELANG – Para praktisi pariwisata masih tak yakin akan keberhasilan Program Ayo Magelang 2015 yang dicanangkan Pemkot Magelang. Salah satunya dari pelaku usaha jasa perjalanan wisata di bawah organisasi ASITA (Association of Indonesia Tours and Travel Agency) Kota Magelang.Mereka mengaku pesimistis dengan kegiatan yang oleh Wali Kota Sigit Widyonindito bakal digelontorkan dana Rp 8 miliar lebih.
Di sisi lain, ASITA Kota Magelang menyambut baik dengan rencana kegiatan tersebut. Tentu saja dengan harapan rencana pemkot ber-hasil.Ketua ASITA Kota Magelang Heri Nugroho mengatakan, Pemkot Magelang belum sepenuhnya fokus pada promosi
Terutama promosi ke luar kota melalui berbagai upaya. Seperti penyebaran brosur, peta wisata, dan lainnya. “Sebagai penjual wisata, kami tentu membutuhkan brosur promosi program untuk dijual. Sejauh ini saat kami minta, tidak ada. Sepertinya pemerintah tidak memiliki bekal itu,” kritik Heri saat pertemuan rutin ASITA di Borobudur Golf, kemarin (6/11).Pemilik Dimensi Tour itu me-maparkan, media promosi yang dimaksud lebih pada media yang berisi lengkap seputar potensi pariwisata yang ada. Ia meng-ingatkan, program dengan leading sector dari Disporabudpar ter-sebut dua bulan lagi mulai ber-gulir.
“Selama ini, yang kami punya hanya informasi masing-masing potensi wisata. Seperti Taman Kyai Langgeng, museum, hotel, restoran, dan usaha perjalanan wisata. Sementara informasi utuh semua potensi wisata tidak ada,” ungkapnya.Menurutnya, saat upaya pro-mosi kurang, dikhawatirkan program itu hanya dinikmati wisatawan lokal Magelang atau eks-Kedu. Wisatawan dari luar Magelang tidak mengetahui potensi itu dan hasilnya tidak tertarik berkunjung.
“Percuma kalau potensi wisata dengan 70-an ragam kegiatan di dalamnya tidak dinikmati wisatawan luar kota. Efeknya tidak signifikan bagi usaha lain. Seperti hotel, restoran, dan toko oleh-oleh. Karena tidak ada wisatawan yang datang,” kritiknya.Heri meminta pemerintah segera melakukan promosi se-cara masif ke segala penjuru. ASITA siap membantu menjual wisata dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Sejuta Bunga.
“ASITA membawahi 22 peru-sahaan penyedia jasa perjalanan wisata yang siap membantu kesuksesan program itu. Bagai-mana pun, kami juga punya kepentingan bisnis, ketika Kota Magelang ramai dikunjungi, bisnis kami ikut berkembang pesat,” tegasnya.Lis, anggota dari Enjoy Wisata mengemukakan, pada dasarnya Kota Magelang memiliki banyak potensi wisata. Tidak hanya alam, tapi juga wisata religi, budaya, seni, dan wisata minat khusus yang layak dijual ke wisata-wan.
“Paling menarik wisata saat ini barangkali Gunung Tidar dengan wisata religi, budaya, dan alamnya. Tapi, kami perlu kesiapan pemerintah untuk mengembangkan wisata itu. Seperti infrastruktur diperbaiki, termasuk pendukung tempat pusat oleh-oleh,” katanya ber-harap. (dem/hes/ong)