FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
SUKA BUKU: Anak-anak didorong mencintai buku dan berkunjung ke pepustakaan yang ada di Kota Magelang melalui event Festival Buku (Fesbuk) di Gedung Kyai Sepanjang. Dalam acara Fesbuk juga diadakan berbagai kegiatan bagi anak-anak dari Kota Magelang dan sekitarnya.
MAGELANG – Upaya menum-buhkan minat baca masyarakat terus digalakkan Kantor Pepus takaan Arsip dan Dokumentasi Kota Ma-gelang. Kali ini, institusi ini mem-buat event, bertajuk Festival Buku (Fesbuk).Acara tersebut digelar di Gedung Kyai Sepanjang selama lima hari, hingga Minggu mendatang (10/11). “Kegiatan ini untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat, agar mereka semakin mencintai buku dan arsip sebagai sumber ilmu, sumber informasi, juga wahana rekreasi edukatif yang menyenangkan,” tegas Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumen-tasi Kota Magelang Widhi Haryani, kemarin (6/11).
Widhi meneruskan, hasil dari biaya sewa stan nantinya digunakan mem-beli buku sebagai penambah koleksi buku di perpustakaaan. Selain bursa buku murah, dalam festival tersebut juga ada kegiatan lain
Seperti pertunjukan kesenian, workshop, seminar, dan ber bagai lomba.Acara dibuka Wali Kota Sigit Widyonindito dan dihadiri Istri Gubernur Jateng Hj Atiqoh Ganjar Pranowo, selaku ketua Tim Peng-gerak PKK Provinsi Jawa Tengah dan Bunda PAUD. Sejumlah penerbit buku ikut meramaikan festival yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Selain itu, juga ada beberapa pameran multiproduk dan be-berapa stan sekolah dan per-guruan tinggi di Kota Magelang. Tak ketinggalan, panitia juga menyediakan beberapa stan kuliner bagi pengunjung festival.
Wali kota mengajak seluruh masyarakat memperluas wa-wasan, memperkarya infor masi dengan mengembangkan minat dan kebiasaan membaca. ” Dengan membaca, bisa menjadi cerdas dan berwawasan luas,” tegas Sigit.Atiqoh Ganjar Pranowo juga mengajak masyarakat gemar membaca. Ia menegaskan, dengan membaca, mereka akan mendapat ilmu baru. Ditam-bahkan, dengan membaca, se-mula tidak tahu menjadi tahu, semula tidak mengerti menjadi mengerti. Termasuk hal-hal yang berada jauh di masa lalu.
“Buku dan arsip bisa men-dorong pembaca mengembang-kan kemampuan berpikir dan menumbuhkan ide mencipta-kan berbagai produk, sekaligus sarana gemar belajar,” katanya. (dem/hes/ong)