SEBELUM kejadian penembakan, Amien Rais sempat browsing internet. Setelah itu ia tertidur, dan bangun sekitar pukul 04.00 untuk melaksanakan salat Subuh. Kejadian ini, menurut Amien, sebagai tindakan teror kecil-kecilan
Amien mengisahkan, bukan kali pertama ia mendapatkan semacam teror. Semasa masih aktif di panggung politik Indo-nesia, jendela kaca rumahnya sempat dilempar batu oleh orang tak dikenal. Itu terjadi sebanyak dua kali. Lalu, apakah insiden ini ada kaitannya dengan politik? “Saya tidak bisa menduga ke arah itu. Sepertinya saya tidak punya musuh,” ujar mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.
Dari perusakan yang dilakukan pelaku, menurut Amien, tidak terlalu serius. Namun ia sen-diri menilai bahwa aksi penem-bakan di rumahnya yang menge-nai salah satu kendaraan pri-badinya ini menunjukkan ada semacam teror. “Saya kira perbuatan yang mengarah ke semacam aksi teror ya. Ini kecil-kecilan, tapi saya kira ini terror,” tandas Amien. Mantan Ketua Umum DPP PAN ini berharap kepolisian bisa mengusut tuntas aksi penem-bakan ini.
Amien tidak ingin berspeku-lasi mengenai siapa dan apamotif yang melatarbelakangi peristiwa ini. Ia lebih memilih menunggu hasil dari pihak ber-wajib. “Sebaiknya dituntaskan, dicari pelakunya. Saya maafkan, tapi ya jangan begitu,” imbuhnya.
Dari pantauan di lokasi keja-dian, Tim Laboratorium Foren-sik (Labfor) Semarang tiba di rumah Amien Rais sekitar pukul 15.30. Mereka langsung mela-kukan olah TKP dan mempela-jari setiap sudut kemungkinan pelaku melakukan penembakan. Salah seorang petugas Labfor, sempat berdiri di ujung pagar sisi utara rumah Amien Rais. Petugas itu menarik seutas tali yang dibentangkan dari pagar ke arah mobil Amien Rais. Dari visual itu, diduga bahwa pelaku melakukan penembakan dengan cara berdiri menempel pagar sisi utara rumah Amien Rais. Titik tersebut berjarak sekitar lima meter dari pos penjagaan
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang melakukan olah TKP mulai pukul 14.30 di rumah Amien Rais di daerah Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman. Dari pantauan di lokasi kejadian, petugas sem-pat mengecek kursi belakang mobil Toyota Harier Nopol AB 264 AR yang diduga bersarang proyektil.
Satu per satu petugas Labfor melakukan penyisiran di titik yang diduga terdapat sidik jari pelaku penembakan. Mulai dari pengukuran jarak tembak, dugaan jumlah pelaku, sampai pencarian proyektil di mobil Amien Rais. Proses olah TKP yang dilakukan Tim Labfor selesai sekitar pukul 17.30. Secara spesifik, petugas Labfor belum bisa menyimpul-kan proyektil itu identik dengan jenis senjata apa.
Kepala Labfor Semarang Kom-bes Pol Setiani Dwi Astuti, belum bisa menjelaskan secara rinci hasil olah TKP. Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa di lokasi kejadian ditemukan pecahan proyektil. “Yang dite-mukan banyak. Pecahan-peca-han saja, jumlahnya saya lupa. Nanti saja kalau sudah diteliti,” ujarnya. Tak ada penjelasan panjang le-bar. Petugas Tim Labfor Semarang yang sudah ditunggu lama sejum-lah awak media, enggan berko-mentar banyak. Usai melakukan olah TKP, mereka langsung mem-bawa peralatannya dan kembali ke Semarang. (fid/laz/ong)