FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
HANYA BISA PASRAH: Petugas dari Kantor Imigrasi Wonosobo mengawal Warga Negara Asing (WNA) asal Norwegia Vidar Weseth (kanan), 64, hingga Bandara Adi Sutjipto, Jogjakarta.
MUNGKID – Kantor Imigrasi Wonosobo mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) asal Norwegia Vidar Weseth, 64. Ia dinilai melanggar ketentuan yang berlaku. Vidar dilaporkan warga di lingkungannya, karena dinilai bersikap meresahkan.Vidar Weseth dijemput dua petugas Imigrasi Arief Febriansyah Amd IM SH dan Lambang Argopulung di kediamannya, di Kavling DPRD di Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Magelang. Kemudian, mereka mengantarkan Vidar Weseth hingga Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta.
“Ia harus keluar dulu dari Indonesia, karena izin tinggalnya dicabut,” kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Imigrasi Wonosobo Erybowo Radyan SH di Mertoyudan, kemarin pagi (6/11).Menurut Erybowo, Vidar Weseth sebenarnya mengantongi izin tinggal di Indonesia mulai 22 April 2014 hingga 4 Juni 2017 atas sponsor istrinya Atiek Sri Karatri. Namun, keduanya bercerai pada 10 Juli 2014, sehingga izin tinggal Vidar Weseth otomatis gugur
Kantor Imigrasi Wonosobo mengeluarkan surat keputusan deportasi dengan nomor W13.IMI.IMI.4.gr.02.01. tentang tinda-kan keimigrasian atas nama Vidar Weseth tertanggal 4 November 2014.Erybowo menjelaskan, Vidar Weseth sebenarnya masih bisa tinggal di Indonesia jika men-dapatkan sponsor baru. Karena yang bersangkutan tidak men-dapatkan sponsor baru dan sikapnya dikeluhkan masyarakat, Kantor Imigrasi Wonosobo mengambil tindakan tegas.
“Kami mendapatkan banyak laporan dari warga Bulurejo, sikap Vidar Weseth dinilai meng-ganggu warga sekitar,” papar-nya.Disebutkan, keputusan depor-tasi sesuai pasal 236 ayat 2 huruf c dan e Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2013 ten-tang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Surat Dirjen Imigrasi Nomor IMI-GR.02. 06-2932.Vidar Weseth mengakui pernah ditegur masyarakat. Karena itu, Vidar Weseth bisa menerima keputusan Kantor Imigrasi Wono-sobo yang mendeportasi dirinya.(dem/hes/ong)