RADAR JOGJA FILE
TAGIH JANJI: Penampilan Emile Mbamba bersama Persiba Bantul saat menghadapi Putra Samarinda (11/6) silam.

Keputusan Manajemen Cicil Gaji Setengah Bulan Dianggap Aneh

BANTUL – Langkah para pemain Per-siba Bantul menuntut pelunasan gaji pada manajemen Laskar Sultan Agung benar-benar menemui jalan terjal. Sebab, manajemen tim ber-juluk Laskar Sultan Agung itu ternyata sudah mengingkari janji memberikan hak para pemain usai menda-patkan kucuran dana subsidi dari PT Liga Indonesia (PT LI).Beberapa hari yang lalu, manajemen Persiba sudah menerima sebagian kucuran dana subsidi termin kedua dari PT LI. Tak tanggung-tanggung, dana pada termin kedua ini cukup besar yakni lebih dari Rp 1 miliar. Pada termin pertama, Persiba menda-patkan dana Rp 400 juta.
Sayangnya pemain harus kecele. Sa-lah satu penggawa Persiba mengabar-kan kalau manajemen akan mencicil gaji pemain setengah bulan terlebih dahulu. Padahal utang gaji manajemen pada pemain mencapai tiga sampai empat bulan.
Menanggapi hal ini penyerang asing Persiba Emile Mbamba meradang. Menurutnya setelah mendapatkan dana lebih dari Rp 1 miliar sangat ke-terlaluan jika manajemen hanya mem-bayarkan gaji para pemain setengah bulan. Sebab dengan uang sebesar itu seharusnya manajemen bisa membe-rikan hak pemain selama dua sampai tiga bulan. “Hei gaji pemain Persiba itu kecil-kecil. Paling satu bulan tidak sam-pai Rp 500 juta membayar gaji pemain satu bulan. Kok ini masih mau menci-cil setengah bulan. Sebenarnya apa yang dipikirkan manajemen,” jelasnya.
Karena inilah, Mbamba mengatakan para pemain Persiba segera berkum-pul di Bantul. Rencananya awal pekan depan mereka akan melakukan aksi. Namun Mbamba belum mengetahui kepada siapa aksi ini ditujukan. Apa-kah pada manajemen Persiba atau Ketua Umum (Ketum) HM Idham Samawi. “Soal kepada siapa aksi ini kami tujukan itu nanti dulu. Biarkan-lah para pemain berunding. Yang jelas minggu depan kami akan membuat semacam aksi,” sergahnya.
Dari empat bulan gaji yang ditunggak, sejatinya manajemen sudah melakukan cicilan. Hanya anehnya, cicilan itu diam-bil dari Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima pemain. Dengan kata lain ma-najemen menganggap THR untuk pemain adalah sebagian dari bayaran pemain.Salah satu pemain yang tak mau di-sebutkan namanya mengaku heran dengan sikap manajemen. Sebab, pe-main ini membeberkan kalau mana-jemen Persiba justru berfoya-foya di atas penderitaan para pemain.Kata dia, ada pengurus yang justeru membeli kendaraan baru. “Masak membeli kendaraan baru saja bisa namun membereskan gaji tidak bisa. Lha ini kan namanya ironi to. Di klub lain saja para pengurus justru meng-gadaikan barangnya untuk melunasi gaji para pemain,” ungkapnya.
Pemain ini menambahkan, selama ini manajemen selalu sulit dihubungi. Alangkah kagetnya dia setelah menge-tahui bayarannya kembali dicicil se-tengah bulan meskipun Persiba sudah menerima dana subsidi termin kedua sebesar Rp 1 miliar.”Tentunya saya kaget. Manajemen selama ini seperti bersembunyi. Sekalinya keluar malah mengabarkan mereka mau mencicil gaji setengah bulan padahal baru me-nerima subsidi Rp 1 miliar. Ini nggak bener,” tandasnya.Saat dikonfirmasi soal hal ini Ma-najer Persiba Hanung Raharjo ma-lah tidak bisa dihubungi. Kemarin, ponsel mantan lurah Paserbumi ini tidak aktif. (nes/din/ong)