AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
SIAP DIKEMBANGKAN: Displai kerajinan bambu dan bibit bambu yang dihadirkan dalam seminar nasional bertema “Hasil Hutan Bukan Kayu” di University Club (UC) UGM, kemarin (6/11).

Pusat Siapkan Dana, Pemkab Siapkan Lahan

JOGJA – Untuk menyelamatkan keberadaan bambu di Indonesia yang nyaris punah, Balai Penge-lolaan Daerah Aliran Sungai Per-hutanan Sosial (BPDASPS) Ke-menhut RI mulai menggalakkan gerakan tanam bambu. Agar program tanam bambu ini berjalan maksimal, Kemenhut mewajibkan pemerintah daerah (Pemda) tingkat kabupaten/kota untuk menyediakan lahan khu-sus tanaman bambu.
“Mulai 2014 ini Kemenhut me-minta kabupaten agar menyedia-kan tanah seluas 10 hektar untuk ditanami bambu. Jenis bambu yang ditanam disesuaikan dengan jenis bambu yang ada di kabupa-ten masing-masing,” kata Dirjen BPDASPS Kemenhut RI Hilman Nugroho dalam seminar nasional bertema Hasil Hutan Bukan Kayu di University Club (UC) UGM, kemarin (6/11).Menurut Hilman, pemerintah harus peduli terhadap kebera-daan bamboo, karena tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan manusia. Bambu yang ditanam di pinggir sungai, dapat berfungsi sebagai penangkal erosi atau gerusan air. Sebab, akar bambu sangat ba-nyak dan kuat.
Tanaman bambu juga kerap dijadikan rumah bagi lebah dan burung. “Kemenhut RI telah me-nyediakan anggaran khusus untuk program tanaman bamboo ini,” terang Hilman.Penemu alat pengawet bambu Kasmudjo mengatakan, semua pohon ada nilainya, termasuk bambu. Bambu dapat diolah untuk berbagai kebutuhan manusia, se-perti kerajinan rumah tangga meli-puti kursi, meja, dan peralatan dapur. “Daya tahan bambu sangat kuat dan awet. Kualitasnya juga tidak kalah dengan kayu,” kata Do-sen Fakultas Kehutanan UGM ini.
Ketua Panitia Seminar Sigit Sunar-to menjelaskan, seminar ini bertu-juan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat termasuk pe-rajin mengenai manfaat dan pen-tingnya hasil hutan bukan kayu, seperti bambu. Ia berharap, masya-rakat dapat menjaga dan mengelo-la hutan dengan baik agar keterse-diaan bahan baku kerajinan yang mengandalkan hutan tetap ada. “Jangan sampai para perajin kehi-langan stok bambu,” kata Sigit.
Bupati Sleman Sri Purnomo menga takan, bambu memiliki ber-bagai keunggulan. Selain mudah dan cepat tumbuh, bambu meny-uplai oksigen paling tinggi dan mampu menyerap air lebih ba-nyak dibandingkan pohon lainnya.”Pohon bambu satu hari bisa tum-buh 30-90 cm, sehingga sangat co-cok untuk menangkal pemanasan global,” kata Sri Purnomo. Dalam kesempatan ini, Sri Purnomo juga mengukuhkan Asosiasi Perajin Bambu Sleman. (mar/jko/ong)