Wali Kota Siap Memediasi

JOGJA – Kisruh antara pedagang kerajinan dan pengelola XT Square diharapkan bisa segera diakhiri. Salah satunya dengan pro-ses mediasi yang akan dilakukan wali kota Jogja minggu depan. Hal itu seperti ditegaskan Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko menanggapi perma-salahan antara pedagang dengan manajemen XT Square. Menurut Koko, para pedagang juga sudah mengadukan masalah mereka ke DPRD Kota Jogja. “Setelah bertemu dengan para pedagang, saya langsung kontak wali kota, minta agar antara pedagang dan manajemen ini bisa dimediasi. Wali kota mengiyakan untuk diadakan mediasi minggu depan,” ujar Koko, kemarin (6/11).
Koko berharap dalam mediasi nanti bisa tercapai titik temu dan solusi tentang per-masalahan XT Square. Menurut Koko, me-ski sebagai BUMD, manajemen XT Square seharusnya jangan hanya mengejar target pendapatan, lalu lupa memberdayakan UMKM. Dicontohkan dengan banyaknya even yang digelar di XT Square, tetapi tidak mem-berikan dampak bagi pedagang. “Banyak even digelar di sana, tapi pengujung pasar kerajinan sepi, berarti ini kan ada yang sa-lah,” tuturnya.
Manajemen XT Square juga diminta meng-aktifkan tim marketingnya dan menambah wahana baru di XT Square. “Wahana baru yang dibuat juga harus bisa memberikan dampak bagi para pedagang di sana,” tan-dasnya. Koko mengingatkan agar para pedagang yang kebanyakan pelaku sektor UMKM ini diperhatikan. Hal itu sesuai dengan konsep awal bahwa XT Square sebagai pasar seni dan kerajinan. “Konsep awalnya kan untuk pasar seni dan kerajinan, pengembanganya ya jangan jauh-jauh dari itu,” ingat Koko.
Sebelumnya Direktur Operasional dan Pe-masaran PD Jogjtama Visesha selaku penge-lola XT Square Widihasto Wasana Putra menga-takan, penyegelan terhadap 35 kios di XT Square harus dilakukan, karena tidak ada itikad baik dari para pedagang yang menunggak biaya sewa kiosnya. (pra/jko/ong)