MUNGKID – Tahun Anggaran (TA) 2014 tinggal memiliki waktu efektif 1,5 bulan lagi. Karenanya, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengingatkan agar tidak mem-beri kesempatan pada penyedia jasa menyelesaikan pekerjaan melampaui tahun anggaran. Ini sesuai Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Bupati (Perbup). Karena itu, harus ada sikap tegas pada pengguna anggaran. Langkah ini dilakukan agar tak terjadi berita acara penyelesaian pekerjaan 100 persen fiktif sesuai tanggal ber-akhirnya kontrak. Faktanya pe-kerjaan masih belum selesai
“Saat ini, sudah memasuki bulan kedua triwulan IV. Ini berarti waktu efektif pelak sanaan kegiatan Tahun Anggaran 2014 tinggal 1,5 bulan lagi. Sedangkan capaian fisik dan keuangan masih rendah di bawah target yang ditetapkan,” kata bupati saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Terpadu Triwulan III di ruang Bina Praja, Rabu lalu (5/11).Menurut bupati, realisasi fisik tertimbang kabupaten untuk belanja langsung sampai akhir triwulan III TA 2014 baru men-capai 40,30 persen dari target sebesar 69,66 persen.
Demikian juga dengan reali-sasi keuangan belanja langsung, ternyata lebih kecil lagi. Yaitu, 16,60 persen dari target sebesar 82,81 persen.Capaian tingkat kabupaten ini dipengaruhi capaian pada tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki prosen-tase anggaran belanja langsung terbesar.Antara lain Disdikpora dengan prosentase anggaran belanja langsung 38,36 persen dari total belanja langsung kabupaten, DPU dan ESDM sebesar 27,69 persen, dan Dinkes sebesar 5,84 persen.
Realisasi fisik dan keuangan pada ketiga SKPD masih cukup rendah. Realisasi fisik belanja langsung Disdikpora sebesar 18,88 persen dan realisasi keuangan 5,67 persen.Sedangkan DPU dan ESDM sebesar 45,73 persen fisik, dan keuangan 19,11 persen. Sedang-kan, Dinkes sebesar 48,76 persen fisik dan keuangan 17,61 per-sen.Capaian ini masih di bawah rata-rata SKPD. Yaitu, rata-rata realisasi fisik sebesar 63,11 per-sen.
Dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), j umlah pengadaan barang/ jasa yang difasilitasi sejumlah 228, terdiri dari 166 pengadaan konstruksi, 35 pengadaan barang, 25 pe-ngadaan jasa konsultan, serta dua pengadaan jasa lainnya.Bupati berharap pekerjaan konstruksi yang pada umumnya memiliki kompleksitas per-masalahan, untuk berhati-hati. Ia meminta kepala SKPD selaku pengguna anggaran lebih cermat saat menghadapi akhir tahun anggaran.
Puji Lestari, Plt Kasubag Administrasi Pengelolaan APBD melaporkan, Rakor POK Tri wulan III tahun ini dilaksanakan lebih awal dengan harapan SKPD me-miliki cukup waktu meningkat-kan kinerja sehingga bisa men-capai target yang ditetapkan.(dem/hes/ong)