SETIAKY/RADAR JOGJA

SERIUS: Teroris membawa bom siap meledakkan diri, dalam simulasi penanganan teror bom di RSUP Dr Sardjito, Jogja, kemarin.

Antusias dalam Setiap Adegan
JOGJA – Sebagai langkah antisipasi ancaman bom, RSUP Dr Sardjito Jogja melakukan si-mulasi teror bom, kemarin (6/11). Simulasi di lantai IV Instalasi Rawat Jalan (IRJ) ini dila-kukan untuk membekali karyawan dan te-naga medis di rumah sakit tersebut. Sejumlah karyawan dan tenaga medis mulai mempersiapkan peralatan pendukung dalam simulasi teror bom. Ada yang bertu-gas sebagai tenaga medis, pelaku teror bom, bahkan ada yang berperan sebagai pencuri untuk mengacaukan situasi. Mereka tampak antusias melakukan setiap adegan meskipun hanya sebatas simulasi
Tepat pukul 10.00, ancaman bom terdengar di lantai IV IRJ RSUP Dr Sardijto. Pasien, ka-ryawan, dan tenaga medis pun secara teratur menyelamatkan diri. Setelah proses evakuasi berhasil, satu mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api yang dise-babkan ledakan bom. Simu-lasi ini cukup menarik perha-tian masyarakat yang berada di rumah sakit.
Direktur Umum dan Opera-sional RSUP Dr Sardjito Rochman Arief mengatakan, simulasi ini untuk meningkatkan kewaspa-daan karyawan dan tenaga medis jika terjadi sesuatu yang diluar dugaan. Apalagi, ancaman se-macam ini tidak bisa diprediksi. Dengan simulasi ini, diharapkan karyawan dan tenaga medis bisa bertindak cepat menyikapi situasi yang terjadi.
“Teror semacam ini bukan hal yang mengada-ada. Se-lama ini, teror bom menjadi salah satu ancaman,” ujarnya. Jika berkaca pada beberapa tahun lalu, memang di RSUP Dr Sardjito pernah ditemukan benda mencurigakan yang berisi rakitan komponen yang memiliki daya ledak tingg. Saat itu, barang berhasil di-ledakan Sat Brimob Polda DIJ. Dengan peristiwa itu, maka ke depan pihak rumah sakit lebih siap dalam menganti-sipasi segala kemungkinan yang terjadi. (fid/laz/ong)