HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
CARI SOLUSI: Gino warga Gubuk, Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan saat menyampaikan soal pembagian raskin dengan sistem bagi rata di Rumah Dinas Bupati, kemarin (6/11).

Selesaikan Salah Sasaran dalam Rembug Desa

KULONPROGO – Tidak ada istilah “bagito” alias dibagi roto dalam pembagian beras miskin atau raskin, karena itu justru menyalahi aturan. Seluruh kepala dukuh diimbau mem-bagi raskin secara adil sesuai dengan daftar yang ada. Jika ada salah sasaran, segera mengadakan rembug desa untuk memutuskan siapa saja yang berhak menerima.
Imbauan itu ditegaskan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat menerima warga dalam open house yang selalu di gelar setiap hari Kamis di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, kemarin (6/11). Bupati Hasto meng-ungkapkan proses pembagian raskin saat ini masih ada yang meng-gunakan sistem bagi rata. Sehingga justru yang berhak menerima beras tidak menerima beras sesuai jum-lahnya. “Itu tidak boleh terjadi, karena melanggar aturan,” tandas Hasto.
Warga Gubuk, Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan Gino menyam-paikan saudaranya ada yang bisu dan masuk kategori miskin, namun hanya mendapatkan jatah lima kilogram raskin. Karena pembagian raskin berdasarkan sistem bagi rata. Dalam kesempatan itu, ia sampaikan ke-pada bupati untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Raskin dibagi rata karena ada warga yang sudah cukup namun merasa iri, karena jika kerja bakti dilakukan bersama-sama. Tetapi jika ada pembagian bantuan tidak dapat,” ujarnya dihadapan Bupati Hasto.Menanggapi permasalah itu, Hasto mempersilakan Gino menyam-paikan kepada kepala dukuh agar dibawa ke rapat RT. Kemudian mem-buat surat agar dibawa ke rembug desa untuk menentukan siapa yang berhak menerima.
“Penentuan sasaran dengan rembug desa ini adalah langkah yang paling tepat,” ujarnya.
Hasto mengingatkan kepada seluruh kepala dukuh agar tertib dalam pembagian raskin. Itu agar tidak terjadi salah sasaran. “Karena pembagian raskin yang tidak sesuai dengan nama KK bisa dibawa ke pengadilan, sebagaimana yang menimpa salah satu dukuh di Pengasih,” tegasnya. (tom/ila/ong)