DI sisi lain, Ketua Badan Kehor-matan DPRD (BKD) Suratun menegaskan, pihaknya belum menerima aduan atau tembusan perihal persoalan ini. Karena itu, BKD tak akan menindaklanjuti dugaan tindakan amoral yang melibatkan politikus Partai Golkar.
“Pada prinsipnya BKD bergerak kalau ada aduan. Ya sudah kami diam saja kalau tidak ada aduan maupun tembusan,” tandasnya.
Terpisah, Arni Tyas Paluppi membantah telah melakukan tindakan yang tidak senonoh saat mengikuti program orientasi anggota DPRD. Bahkan dia siap memberikan klarifikasi jika memang dibutuhkan. “Sebagai kepanjangan dan kader partai, saya kembalikan persoalan ini kepada partai,” ungkapnya.
Lalu siapa pria yang berada di kamar hotel? Arni menerangkan, pria tersebut merupakan calon suaminya. Kedatangannya di hotel hanya untuk mengantarkan berkas. Di samping itu, kedatangannya juga atas sepengetahuan ketua fraksi. “Saya memegang teguh koridor etika dan agama. Saya kira teman-teman dewan semua juga sudah mengetahui saya seperti apa,” tambahnya. (zam/din/ong)