GUNAWAN/RADAR JOGJA
TRADISI: Warga menaiki kapal untuk mengikuti ritual labuhan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo, kemarin (7/11). Ritual ini dilakukan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.
WONOSARI – Warga pesisir punya cara unik untuk menysukuri nikmat Tuhan. Seperti dilakukan nelayan Pantai Sadeng, Girisubo, ucapan terima kasih kepada sang pencipta dilakukan dengan cara membawa hasil bumi dan hewan ternak untuk dilarung di laut lepas.Acara tersebut berlangsung ke-marin (7/11) siang usai salat Jumat. Ratusan orang berebut masuk ke kapal untuk ikut ritual syukuran di tengah laut. Mereka membawa sebuah gunungan berisi ubo rampe, tumpeng dan kepala kambing.
Selesai didoakan, gunungan beserta ubo rampe dibawa ke atas kapal yang sudah bersandar di dermaga. Sejurus kemudian berangkat ke tengah laut diikuti oleh kapal-kapal nelayan lain-nya. Begitu tiba di tengah laut, gunungan dilarung. Selesai melarung, kapal balik kanan dan kembali ke daratan. Di tempat ini sudah disambut pementasan kesenian tayub atau ledek. Kebahagiaan terekam dalam momen tersebut. Warga tampak ikut menari bersama penari.
Ketua Panitia Sedekah Laut Pantai Sadeng Sarpan mengatakan kegiatan labuhan diselenggarakan setiap Selasa atau Jumat Kliwon pada bulan Suro atau Muharam. Labuhan merupakan bentuk ung-kapan rasa syukur atas limpahan karunia dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh nelayan dan warga di sekitar Pantai Sadeng. “Kami meneruskan tradisi nenek moyang. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki tangkapan ikan yang cukup banyak,” kata Sarpan.
Tidak kalah penting lagi, kata dia, ritual ini juga dijadikan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. Dengan begitu, kerukunan antar anak bangsa bisa terjaga tanpa memandang siapa dan dari mana asalnya.Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi sepakat acara ini dapat menjalin kebersamaan seluruh warga masyarakat sekaligus para nelayan. Dengan begitu penduduk setempat dapat mengambil manfaat dari tradisi labuhan.
“Potensi laut harus dimaksi-malkan. Seperti pesan Gubernur HB X, Pantai Selatan dijadikan sebagai halaman depan DIJ,” kata Immawan. (gun/ila/ong)