MUNGKID – Kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan seorang haji asal Kabupaten Magelang, Danang Widi Nugroho, 25, terus dikembangkan. Kini, dua rekannya turut ditetap-kan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Magelang. “Kami sudah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Edi Sukrisno, kemarin (7/11).Dua tersangka baru tersebut adalah Ip, 24; dan Rs, 26. Keduanya warga Kabupaten Magelang. “Mereka ikut berperan membantu aksi penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukan tersangka Danang,” papar Edi
Danang merupakan warga Tempurejo Kecamatan Tempuran yang ditangkap usai pulang dari ibadah Haji. Begitu mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Sura-karta, Rabu (5/11), sekitar pukul 03.00, polisi langsung me-ringkusnya. Sebelumnya, tersangka selalu lolos dari kejaran petugas dan berhasil naik haji bersama orang tuanya. Penangkapan dilakukan di Solo, karena ada kekhawatiran, yang bersangkutan melarikan diri usai tiba di tanah air.
“Ketiga pelaku ini merupakan satu sindikat yang teroganisir,” imbuh Edi didampingi Kasat Reskrim AKP Samsu Wirman. Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku menggunakan modus menyewa kendaraan. Kemudian, oleh mereka mobil digadaikan dengan harga Rp 20 juta – Rp 30 juta.Sejauh ini, baru ada dua korban yang melapor. Yakni, Patuh Rudi-yanto dan Mahendra Akbar Setiadi. Dua unit kendaraan yang digelapkan adalah Avanza warna merah AA 8406 VB dan Xenia hitam bernopol AA 8463 PB.Informasi yang dihimpun ko-ran ini, tersangka diketahui kerap berurusan dengan pe-ngusaha rental asal Jogjakarta. Beberapa kali, ia dicari para korban.
“Sering dicari orang-orang Jogja. Katanya, urusan mobil,” imbuh tetangga pelaku yang namanya minta dirahasiakan.Meski begitu, banyak orang tak menyangka peristiwa tersebut. Mengingat pelaku dianggap sebagai orang yang baik. Danang juga berasal dari keluarga yang baik. “Setiap hari ya jaga di tempat laundry dan cucian mobil. Anaknya baik,” ungkapnya.Dalam kasus ini, penyidik menggunakan pasal 372 KUHP. Jika terbukti bersalah, ancaman hukuman maksimalnya men-capai empat tahun penjara. (dem/hes/ong)