SETIYAKI/RADAR JOGJA
OLAH TKP: Penyidik Polda DIJ mencermati setiap tanda yang membekas pascapenembakan terhadap mobil milik Amien Rais di rumahnya kompleks Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman, kemarin (7/11).

Pelaku Menembak dari Atas Pagar

SLEMAN – Pascapenembakan terhadap mobil Toyota Harier Nopol AB 264 A milik Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Prof Dr Amien Rais Kamis (6/11) dini hari, polisi langsung me lakukan penyelidikan. Kesimpulan semen-tara, penembakan diduga menggu-nakan senjata rakitan. Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti mengatakan, pasca penembakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan yang dimulai dari olah TKP dan uji laboratorium
“Dari perkembangan penyeli-dikan menerangkan bahwa sen-jata yang digunakan pelaku merupakan senjata rakitan,” kata Anny, kemarin (7/11).
Sayangnya, penyidik belum bisa memastikan tentang jenis senjata yang dipakai, apakah jenis laras panjang atau pendek. Sebab, dari ukuran peluru yang digunakan, kedua jenis (baik laras panjang maupun pendek) sama-sama bisa digunakan untuk melepas peluru tersebut. “Bisa dua-duanya. Bisa laras pendek, bisa juga laras panjang,” ujarnya. Fakta lain menyebutkan, arah tembakan berada pada sisi ba-rat laut dengan jarak 925 senti-meter. “Diduga, pelaku me-lepaskan tembakan dari jarak 9,25 meter. Posisinya, dari atas pagar,” tandas Anny.
Dari hasil olah TKP juga me-nyebutkan tidak ditemukan adanya jejak bekas bubuk me-siu. Pada hal, umumnya bekas tembakan terdapat jejak bekas bubuk mesiu. “Hal ini semakin mengindikasikan bahwa senjata yang digunakan pelaku meru-pakan senjata jenis rakitan,” tandasnya. Sementara itu, dari hasil Labfor menyebutkan bahwa selongsong peluru yang digunakan kaliber 223 atau sinonim kaliber 5,56X45 mm dengan ukuran 1,5 cm, pada hal standar yang seharus-nya berukuran 4,5 cm.
“Dugaan sementara, selongsong pernah dipakai sebelumnya. Ada bekas di bibir selongsong dan ukurannya pun berkurang menjadi 1,5 cm,” jelasnya. Sedangkan dalam selongsong peluru terdapat merek PMC 223 REM
Setelah melakukan olah TKP dan uji laboratorium, penyi-dik akan membuka rekaman closed circuit television ( CCTV) yang dipasang di beberapa tempat tak jauh dari kompleks Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman. “Itu untuk mendeteksi dan melacak lebih dalam siapa pelaku penem-bakan yang dilakukan pada dini hari itu,” ujar Anny.
Pemeriksaan CCTV yang di-maksud adalah CCTV yang ada di beberapa titik, antara lain toko berjejaring Indomaret dan kantor Indosat yang lokasinya tak jauh dari kediaman Amien Rais. Pembukaan rekaman CCTV rencananya dilakukan Rabu hingga Kamis pekan depan. Hal itu untuk mengidentifikasi ada-nya pelaku melakukan pengin-taian sebelum beraksi. “Rekaman dari hari itu bisa dilihat adakah gerak-gerik orang yang mencu-rigakan di sekitar TKP penem-bakan,” lanjutnya.
Sementara itu untuk lebih mempercepat penyelidikan, Polda DIJ akan membentuk tim gabungan yang langsung dipimpin Kapolda DIJ Brigjen Pol Oerip Subagyo. “Untuk mempercepat penyelidikan, kami akan membentuk tim gabungan yang akan dipimpin langung oleh Bapak Kapolda,” katanya. (fid/jko/ong)